DWJ Manajement - PORTAL

467 Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik, 150 Ribu Penumpang Terdampak

Oleh: DWJ-Manajement 07 Sep 2026
467 Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik, 150 Ribu Penumpang Terdampak

Ada beberapa alasan teknis mengapa maskapai sangat menghindari terbang di area yang terpapar abu vulkanik:

1. Kerusakan Mesin Jet (Engine Flameout)

Mesin jet beroperasi dengan cara menghisap udara dalam jumlah besar untuk proses pembakaran. Ketika pesawat melewati awan abu, partikel silika tersebut akan masuk ke dalam mesin. Karena suhu di dalam ruang bakar sangat tinggi, partikel silika akan mencair dan kemudian membeku kembali menjadi material kaca di dalam komponen mesin. Hal ini dapat menyumbat aliran udara dan menyebabkan mesin mati secara mendadak (flameout) di tengah penerbangan.

2. Pengikisan Komponen Pesawat

Sifat abrasif dari abu vulkanik dapat mengikis permukaan kaca kokpit (windshield), merusak sensor-sensor sensitif, dan merusak lapisan pelindung pada badan pesawat. Jika kaca kokpit menjadi buram akibat pengikisan, visibilitas pilot akan terganggu secara drastis, yang sangat berbahaya saat fase lepas landas maupun pendaratan.

3. Gangguan Sistem Navigasi dan Komunikasi

Selain kerusakan fisik, partikel abu yang sangat padat di udara juga berpotensi mengganggu peralatan elektronik dan sistem navigasi pesawat, yang sangat krusial untuk menjaga posisi pesawat tetap aman dalam jalur terbangnya.

Peran Otoritas dalam Mitigasi Risiko

Dalam menghadapi situasi darurat seperti ini, sinergi antara berbagai lembaga sangat diperlukan. Otoritas penerbangan tidak bekerja sendirian dalam menentukan apakah suatu wilayah udara aman untuk dilalui atau tidak.

Beberapa lembaga kunci yang berperan dalam pengambilan keputusan ini antara lain:

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika): Bertugas memantau aktivitas vulkanik dan memprediksi arah sebaran abu vulkanik menggunakan model meteorologi.

DJPU (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara): Mengambil kebijakan terkait operasional penerbangan dan memberikan instruksi kepada maskapai mengenai area yang dilarang untuk dilewati (No-Fly Zone).

VAAC (Volcanic Ash Advisory Center): Pusat informasi internasional yang memberikan peringatan dini mengenai pergerakan abu vulkanik secara global untuk memastikan keselamatan navigasi udara internasional.

Informasi dari BMKG mengenai arah angin dan ketinggian sebaran abu menjadi acuan utama bagi para pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller) dalam mengalihkan rute penerbangan atau menghentikan operasional sementara waktu.