DWJ Manajement - PORTAL

67 Juta Warga RI Pakai QRIS, Uang Tunai Mulai Ditinggalkan?

Oleh: DWJ-Manajement • 25 Sep 2026
67 Juta Warga RI Pakai QRIS, Uang Tunai Mulai Ditinggalkan?

Keamanan Transaksi: Mengurangi risiko kehilangan uang fisik akibat pencurian atau terjatuh, serta meminimalisir peredaran uang palsu.

Pencatatan Keuangan Otomatis: Setiap transaksi tercatat secara digital dalam riwayat aplikasi, memudahkan pengguna untuk memantau pengeluaran mereka.

Higienitas: Pasca pandemi, kesadaran akan pembayaran tanpa sentuhan (contactless) menjadi nilai tambah yang sangat besar bagi masyarakat.

Melambatnya Pertumbuhan Uang Kartal: Sebuah Perubahan Struktural

Data ekonomi menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah uang kartal di Indonesia tidak lagi agresif seperti tahun-tahun sebelumnya. Secara teoritis, jika ekonomi tumbuh, permintaan akan uang tunai biasanya akan meningkat. Namun, tren saat ini menunjukkan anomali yang menarik: ekonomi tetap tumbuh, tetapi pertumbuhan permintaan uang fisik justru melambat.

Hal ini terjadi karena "velocity of money" atau kecepatan perputaran uang telah berpindah dari jalur fisik ke jalur digital. Ketika transaksi berpindah ke ekosistem digital, kebutuhan Bank Indonesia untuk mencetak dan mengedarkan uang fisik dalam jumlah besar menjadi berkurang. Ini merupakan efisiensi besar bagi otoritas moneter, baik dari sisi biaya cetak maupun biaya distribusi uang ke seluruh wilayah nusantara.

Meskipun uang tunai belum sepenuhnya hilang, fungsinya kini mulai bergeser menjadi instrumen cadangan atau untuk kebutuhan di wilayah-wilayah yang belum terjangkau infrastruktur internet secara stabil. Namun, di pusat-pusat ekonomi, dominasi uang tunai terlihat kian meredup.

Dampak Signifikan bagi Sektor UMKM

Salah satu pemenang terbesar dari revolusi QRIS ini adalah sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama bertahun-tahun, UMKM seringkali mengalami kendala dalam pengelolaan keuangan karena banyaknya transaksi tunai yang tidak tercatat dengan baik.

Dengan beralih ke QRIS, pelaku UMKM mendapatkan keuntungan sebagai berikut:

Manajemen Arus Kas yang Lebih Baik: Semua uang yang masuk langsung tercatat secara sistematis, mengurangi risiko kesalahan manusia dalam pencatatan manual.