Fenomena meningkatnya penggunaan kereta api oleh wisman ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental. Bukan hanya soal transportasi dari titik A ke titik B, namun kereta api telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup perjalanan yang mereka cari. Berikut adalah beberapa alasan utama yang mendasari tren ini:
Pengalaman Visual dan Lanskap Alam: Berbeda dengan penerbangan yang hanya memakan waktu singkat di awan, perjalanan kereta api memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menyaksikan perubahan bentang alam Indonesia, mulai dari pesisir pantai, hamparan sawah yang hijau, hingga perbukitan yang eksotis.
Fasilitas Kelas Premium: Pengembangan kelas Luxury dan Executive oleh KAI telah memenuhi standar kenyamanan internasional. Fasilitas seperti kursi yang dapat direbahkan sepenuhnya (full flat), layanan makanan di atas kereta, hingga kebersihan toilet yang terjaga, membuat turis asing merasa nyaman selama perjalanan panjang.
Keamanan dan Ketepatan Waktu: Keamanan menjadi prioritas utama bagi wisatawan mancanegara. Kereta api dinilai memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi dan jadwal yang relatif lebih konsisten dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
Tren Slow Travel: Munculnya kesadaran global untuk menikmati perjalanan secara lebih mendalam (slow travel) membuat wisatawan lebih menghargai proses perjalanan. Kereta api memberikan ruang bagi mereka untuk bersantai, membaca buku, atau sekadar menikmati kopi sambil memandang pemandangan.
Digitalisasi Layanan: Kemudahan memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI yang tersedia dalam bahasa Inggris dan mendukung berbagai metode pembayaran internasional sangat memudahkan turis yang tidak ingin repot dengan urusan administrasi fisik.
Dampak Ekonomi terhadap Sektor Pariwisata dan Transportasi
Lonjakan jumlah wisman yang menggunakan kereta api ini memberikan dampak domino yang positif bagi ekonomi lokal. Peningkatan mobilitas ini secara otomatis mendorong pertumbuhan ekonomi di kota-kota transit dan kota tujuan. Ketika seorang turis menggunakan kereta api, mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di kota-kota yang mereka lewati, yang kemudian berdampak pada: