DWJ Manajement - PORTAL

Ada 'Demam Masker' di Pasar Pramuka, Pembeli Borong 20 Box Sekaligus!

Oleh: DWJ-Manajement • 08 Sep 2026
Ada 'Demam Masker' di Pasar Pramuka, Pembeli Borong 20 Box Sekaligus!

Anak Krakatau Bererupsi, Pasar Pramuka 'Demam Masker': Pembeli Borong Puluhan Box Sekaligus!

Lonjakan permintaan masker medis dan N95 di pusat alat kesehatan Jakarta menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan peningkatan intensitas telah memicu reaksi cepat dari masyarakat di wilayah sekitar, termasuk Jakarta. Kabar mengenai erupsi tersebut secara tidak langsung menciptakan gelombang kepanikan kecil yang berujung pada lonjakan permintaan alat pelindung diri, khususnya masker.

Pasar Pramuka, yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan alat kesehatan terbesar di Ibu Kota, kini tengah mengalami fenomena yang disebut warga sebagai 'demam masker'. Sejak berita erupsi mulai menyebar melalui berbagai kanal media sosial dan berita nasional, arus pengunjung yang mencari masker tampak meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasanya.

Situasi Terkini di Pasar Pramuka: Antrean dan Lonjakan Pembeli

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana Pasar Pramuka yang lebih sibuk dari biasanya. Para pedagang di berbagai blok, mulai dari lantai dasar hingga lantai atas, terlihat sibuk melayani pembeli yang datang dengan satu tujuan utama: mengamankan persediaan masker. Tidak hanya warga lokal Jakarta, beberapa pembeli bahkan terlihat datang dari wilayah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Kenaikan permintaan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan bentuk langkah preventif masyarakat dalam menghadapi potensi paparan abu vulkanik. Abu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi gunung berapi mengandung partikel halus yang jika terhirup dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius, seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Fenomena ini terlihat dari pola belanja masyarakat yang berubah. Jika biasanya orang membeli masker hanya untuk kebutuhan harian atau penggunaan jangka pendek, kini banyak yang mulai melakukan stok dalam jumlah besar (stockpiling). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan erupsi yang lebih besar yang dapat mengganggu distribusi barang.

Fenomena 'Borong Masker': Pembeli Amankan 20 Box Sekaligus

Salah satu momen yang menarik perhatian di tengah keramaian Pasar Pramuka adalah adanya pembeli yang melakukan transaksi dalam skala besar. Seorang pelanggan dilaporkan terlihat memesan dan membawa pulang hingga 20 box masker dalam satu kali transaksi.

Menurut keterangan beberapa pedagang di lokasi, pembeli tersebut tidak hanya membeli masker bedah (surgical mask) biasa, tetapi juga mencampurnya dengan jenis masker yang memiliki proteksi lebih tinggi. Langkah borong dalam jumlah besar ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bagi anggota keluarga atau bahkan untuk didistribusikan kembali kepada kerabat di wilayah yang lebih terdampak.

“Memang sedang ramai sekali. Tadi ada yang beli sampai puluhan box langsung. Mereka tidak mau ambil risiko kalau nanti abu vulkaniknya sampai ke pemukiman,” ujar salah satu pedagang masker di Pasar Pramuka kepada awak media.

Jenis Masker yang Paling Banyak Dicari Masyarakat

Pergeseran kebutuhan masyarakat terlihat jelas dari jenis masker yang paling banyak ditanyakan dan diborong. Masyarakat kini cenderung lebih selektif dalam memilih masker, beralih dari sekadar masker kain atau masker bedah standar menuju masker dengan filtrasi yang lebih rapat.

Berikut adalah beberapa jenis masker yang mengalami peningkatan permintaan paling signifikan di Pasar Pramuka saat ini: