DWJ Manajement - PORTAL

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus, Indonesia Kebagian?

Oleh: DWJ-Manajement 24 Aug 2026
Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus, Indonesia Kebagian?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara mengamati, penting bagi kita untuk memahami secara saintifik apa yang sebenarnya terjadi selama Gerhana Bulan Sebagian. Berbeda dengan Gerhana Bulan Total, di mana Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi (umbra), gerhana sebagian hanya terjadi ketika sebagian permukaan Bulan masuk ke dalam area umbra tersebut.

Dalam proses ini, Bulan tidak akan tampak sepenuhnya gelap atau berubah menjadi warna merah tembaga seperti pada gerhana total. Sebaliknya, Bulan akan tampak seperti "tergigit" atau memiliki bagian yang terlihat lebih gelap dibandingkan bagian lainnya yang masih terkena cahaya matahari secara tidak langsung melalui bayangan penumbra.

Perbedaan Umbra dan Penumbra

Untuk memahami mengapa tampilannya berbeda, kita perlu mengenal dua jenis bayangan yang dihasilkan oleh Bumi:

Umbra: Ini adalah bayangan inti yang paling gelap. Jika Bulan masuk ke area ini, akan terjadi gerhana total atau sebagian yang signifikan.

Penumbra: Ini adalah bayangan samar di sekitar umbra. Jika Bulan hanya melewati area penumbra, maka yang terjadi adalah Gerhana Bulan Penumbra, di mana perubahan cahaya pada Bulan tidak terlalu mencolok dan seringkali sulit dibedakan dengan mata telanjang.

Pada peristiwa 27-28 Agustus 2026, kombinasi antara posisi Bulan yang masuk sebagian ke area umbra akan menciptakan visualisasi yang sangat menarik bagi mereka yang berada di wilayah pengamatan, seperti sebagian wilayah Amerika, Eropa, atau Afrika, tergantung pada perhitungan lintasan orbit yang presisi.

Solusi Bagi Warga Indonesia: Menonton Lewat Siaran Langsung

Meski secara fisik kita tidak bisa mendongakkan kepala ke langit untuk melihatnya, bukan berarti kita kehilangan kesempatan untuk menyaksikan keindahan fenomena ini. Di era digital saat ini, jarak bukan lagi penghalang utama untuk mengamati peristiwa luar angkasa.

Banyak lembaga astronomi ternama dunia yang selalu menyediakan layanan siaran langsung (livestream) saat terjadi fenomena besar. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk tetap bisa mengikuti peristiwa ini:

1. Menyimak Kanal YouTube NASA

NASA (National Aeronautics and Space Administration) seringkali menyediakan siaran langsung berkualitas tinggi dari observatorium mereka. Melalui streaming ini, kita tidak hanya melihat visual gerhana, tetapi juga mendapatkan penjelasan edukatif dari para ahli astronomi mengenai apa yang sedang terjadi.

2. Mengikuti Siaran Lembaga Astronomi Internasional