Pakar kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa lonjakan polusi ini tidak hanya berdampak pada warga yang berada langsung di lokasi acara, tetapi juga dapat terbawa angin ke wilayah pemukiman di sekitarnya, menciptakan dampak jangka pendek yang berbahaya bagi masyarakat luas.
Risiko Gangguan Pernapasan dan Penyakit Kronis
Dampak kesehatan dari polusi udara kembang api tidak boleh dipandang sebelah mata. Bagi populasi umum, menghirup asap kembang api mungkin hanya menyebabkan iritasi mata atau tenggorokan sesaat. Namun, bagi kelompok rentan, risiko ini bisa berakibat fatal.
Penderita asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan lansia berada dalam garis depan ancaman kesehatan ini. Peningkatan kadar partikel di udara dapat memicu eksaserbasi akut—atau serangan mendadak—yang memerlukan intervensi medis darurat. Rumah sakit di kota-kota besar tempat perayaan berlangsung diprediksi akan mengalami lonjakan kunjungan pasien terkait masalah pernapasan pada hari setelah perayaan.
Selain itu, anak-anak juga menjadi kelompok yang sangat rentan. Paru-paru anak yang masih dalam masa pertumbuhan lebih sensitif terhadap kontaminan udara, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kapasitas fungsi paru-paru mereka secara permanen.
Polusi Suara: Lebih dari Sekadar Kebisingan
Selain masalah udara, dimensi lain yang sering diabaikan adalah polusi suara. Skala "Freedom250" yang masif berarti dentuman kembang api akan memiliki intensitas desibel yang sangat tinggi. Pakar audiologi memperingatkan bahwa paparan suara ekstrem secara tiba-tiba dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen (noise-induced hearing loss).
Namun, dampak suara tidak berhenti pada telinga manusia saja. Dampak psikologis dan fisiologis dari suara ledakan yang menggelegar juga menjadi perhatian serius:
Gangguan Kecemasan dan PTSD: Bagi veteran perang atau individu yang memiliki trauma terkait ledakan, suara kembang api yang masif dapat memicu serangan panik dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Dampak pada Hewan: Hewan peliharaan dan satwa liar seringkali mengalami stres ekstrem akibat suara ledakan, yang dapat menyebabkan mereka melarikan diri, mengalami cedera, atau bahkan kematian akibat serangan jantung.
Gangguan Tidur dan Stres: Kebisingan yang berlangsung selama berjam-jam dapat mengganggu ritme sirkadian dan meningkatkan kadar kortisol (hormon stres) pada penduduk lokal.