DWJ Manajement - PORTAL

Airlangga Akui Karhutla Kalimantan Ganggu Ekonomi

Oleh: DWJ-Manajement 22 Aug 2026
Airlangga Akui Karhutla Kalimantan Ganggu Ekonomi

Restorasi Lahan Gambut: Memastikan tata kelola air di lahan gambut tetap terjaga agar lahan tidak mudah terbakar saat musim kemarau.

Penguatan Ketahanan Sektor Kesehatan: Menyiapkan infrastruktur kesehatan yang tangguh untuk meminimalisir dampak penurunan produktivitas akibat penyakit pernapasan.

Diversifikasi Ekonomi: Mengurangi ketergantungan yang terlalu tinggi pada sektor yang rentan terhadap kebakaran lahan.

Tantangan Perubahan Iklim dan Ketahanan Nasional

Kondisi karhutla di Kalimantan juga berkaitan erat dengan perubahan iklim global. Perubahan pola cuaca yang ekstrem membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering, yang secara otomatis meningkatkan risiko kebakaran. Dalam konteks ekonomi, ini berarti risiko bisnis di sektor ekstraktif dan agrikultur juga meningkat.

Para pelaku usaha diharapkan dapat melakukan manajemen risiko yang lebih baik, termasuk dalam hal pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang diambil tetap selaras dengan upaya pelestarian lingkungan guna menghindari kerugian ekonomi jangka panjang yang lebih masif.

Pernyataan Airlangga Hartarto ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat, bahwa menjaga kelestarian hutan di Kalimantan adalah investasi ekonomi yang sangat vital bagi masa depan Indonesia.

Kesimpulan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan bukan sekadar bencana alam, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi nasional. Dampaknya merambah dari penurunan produktivitas sektor perkebunan, gangguan kesehatan masyarakat yang menurunkan produktivitas kerja, hingga disrupsi rantai pasok logistik. Diperlukan sinergi yang kuat antara kebijakan lingkungan dan strategi ekonomi untuk memitigasi risiko ini, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.