DWJ Manajement - PORTAL

Airlangga Dorong Industri Furnitur Indonesia Perkuat Pasar Ekspor

Oleh: DWJ-Manajement • 30 Sep 2026
Airlangga Dorong Industri Furnitur Indonesia Perkuat Pasar Ekspor

```html

Airlangga Hartarto Dorong Industri Furnitur Nasional Jadi Motor Utama Ekspor dan Ketahanan Ekonomi

Sektor furnitur mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 11,82 persen, menjadi tumpuan baru dalam memperkuat struktur ekonomi Indonesia di kancah global melalui penguatan industri pengolahan.

Transformasi Industri Pengolahan sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui transformasi struktur ekonomi, dari yang semula berbasis komoditas mentah menjadi berbasis industri pengolahan atau manufaktur. Langkah strategis ini diambil guna memastikan ketahanan ekonomi jangka panjang di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi ekonomi global yang tidak menentu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya penguatan sektor industri pengolahan sebagai mesin pertumbuhan baru. Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi sangat besar untuk menggerakkan roda ekspor sekaligus menciptakan lapangan kerja yang luas adalah industri furnitur. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan kreativitas pengrajin lokal, Indonesia memiliki modal kuat untuk mendominasi pasar furnitur dunia.

Menurut Airlangga, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan bahwa nilai tambah dari sumber daya alam yang kita miliki tidak dinikmati oleh negara lain, melainkan dikelola di dalam negeri melalui proses manufaktur yang maju. Hal ini sejalan dengan semangat hilirisasi yang tengah digalakkan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara dan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional.

Pertumbuhan Signifikan Sektor Furnitur: Mencapai 11,82 Persen

Data terbaru menunjukkan tren positif yang sangat menggembirakan pada sektor furnitur. Di tengah tantangan pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan dinamika pasar global, industri furnitur dalam negeri mampu mencatatkan pertumbuhan yang impresif, yakni mencapai angka 11,82 persen. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan refleksi dari meningkatnya kapasitas produksi dan daya saing produk lokal di mata dunia.

Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor kunci, antara lain:

Peningkatan Kapasitas Produksi: Adanya modernisasi mesin dan teknologi produksi yang memungkinkan efisiensi lebih tinggi.

Diversifikasi Produk: Produsen furnitur Indonesia kini tidak hanya fokus pada produk kayu konvensional, tetapi juga merambah ke material berkelanjutan seperti rotan, bambu, hingga material daur ulang yang sedang tren di pasar global.