DWJ Manajement - PORTAL

Airlangga Dorong Industri Furnitur Indonesia Perkuat Pasar Ekspor

Oleh: DWJ-Manajement • 30 Sep 2026
Airlangga Dorong Industri Furnitur Indonesia Perkuat Pasar Ekspor

Ekspansi Pasar Ekspor: Peningkatan permintaan dari wilayah-wilayah strategis seperti Amerika Serikat, Eropa, hingga pasar baru di Timur Tengah dan Asia Timur.

Kemitraan Global: Semakin banyaknya kolaborasi antara produsen lokal dengan desainer internasional yang meningkatkan estetika dan fungsionalitas produk.

Dengan pertumbuhan di atas dua digit ini, industri furnitur diharapkan dapat menjadi katalisator bagi sektor-sektor pendukung lainnya, seperti industri pengolahan kayu, industri tekstil untuk pelapis furnitur, hingga industri jasa logistik dan desain interior.

Hilirisasi dan Nilai Tambah Produk

Airlangga menegaskan bahwa kunci utama untuk mempertahankan tren pertumbuhan ini adalah melalui hilirisasi. Selama ini, tantangan terbesar industri manufaktur adalah ketergantungan pada ekspor bahan mentah yang harganya sangat bergantung pada pasar global. Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi seperti furnitur berkualitas tinggi, Indonesia dapat mengamankan margin keuntungan yang jauh lebih besar.

Hilirisasi tidak hanya soal mengubah bentuk fisik barang, tetapi juga soal transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Industri furnitur yang berbasis ekspor menuntut standar kualitas yang sangat ketat, terutama terkait isu keberlanjutan (sustainability) dan legalitas bahan baku. Di sinilah pemerintah berperan memberikan dukungan regulasi agar industri mampu memenuhi standar internasional tersebut.

Tantangan di Pasar Global dan Strategi Menghadapinya

Meskipun memiliki potensi besar dan pertumbuhan yang positif, industri furnitur Indonesia tidak lepas dari berbagai tantangan yang kompleks. Untuk menjadi pemain utama di pasar global, pelaku industri harus mampu menjawab berbagai tuntutan pasar internasional yang semakin dinamis.

Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi meliputi:

Standar Keberlanjutan (Sustainability): Pasar Eropa dan Amerika kini sangat ketat terhadap isu lingkungan. Produk harus memiliki sertifikasi yang menjamin bahwa bahan baku diambil dari hutan yang dikelola secara legal dan berkelanjutan (seperti SVLK di Indonesia).

Efisiensi Logistik: Biaya pengiriman internasional yang fluktuatif seringkali menjadi kendala dalam menjaga daya saing harga produk furnitur Indonesia di luar negeri.