DWJ Manajement - PORTAL

Airlangga Pede Pasar ETF Emas RI Bisa Salib India dan Singapura

Oleh: DWJ-Manajement 10 Aug 2026
Airlangga Pede Pasar ETF Emas RI Bisa Salib India dan Singapura

Airlangga Yakin Pasar ETF Emas Indonesia Bisa Salip India dan Singapura

JAKARTA - Indonesia tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta investasi global. Melalui peluncuran instrumen Exchange Traded Fund (ETF) Emas, pemerintah optimis dapat memperkuat struktur pasar modal dalam negeri sekaligus membangun ekosistem bullion (emas) yang tangguh. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kepercayaan dirinya bahwa pasar ETF emas di Indonesia memiliki potensi besar untuk melampaui pencapaian negara tetangga seperti Singapura serta pasar emas raksasa seperti India.

Langkah peluncuran ETF emas ini bukan sekadar penambahan produk investasi baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk menciptakan diversifikasi instrumen yang lebih luas bagi investor, baik lokal maupun mancanegara. Dengan adanya ETF emas, investor dapat memiliki eksposur terhadap harga emas dunia tanpa harus repot dengan penyimpanan fisik, risiko kehilangan, maupun biaya asuransi yang tinggi.

Membangun Ekosistem Bullion Nasional yang Tangguh

Selama ini, investasi emas di Indonesia didominasi oleh pembelian emas fisik, baik dalam bentuk logam mulia maupun perhiasan. Meskipun pasar fisik sangat besar, namun perputaran modalnya seringkali bersifat pasif. Kehadiran ETF emas diharapkan mampu mengubah paradigma tersebut dengan menghadirkan likuiditas yang lebih tinggi di pasar modal.

Airlangga menekankan bahwa penguatan ekosistem bullion nasional adalah kunci. Industri bullion mencakup seluruh rantai nilai emas, mulai dari pertambangan, pemurnian, hingga perdagangan dan investasi. Dengan adanya instrumen berbasis bursa seperti ETF, Indonesia tidak hanya akan menjadi konsumen emas, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keuangan berbasis emas di kawasan Asia Tenggara.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa ETF emas dianggap sebagai penggerak utama ekosistem bullion:

Peningkatan Likuiditas: ETF memungkinkan transaksi emas dilakukan secara cepat di bursa dengan volume yang besar, meningkatkan arus kas di pasar modal.

Efisiensi Biaya: Investor tidak perlu menanggung biaya penyimpanan fisik (storage cost) yang biasanya menjadi kendala dalam investasi emas konvensional.

Transparansi Harga: Harga ETF emas mengacu pada harga emas spot dunia, memberikan kepastian dan transparansi bagi investor ritel maupun institusi.

Kemudahan Akses: Melalui aplikasi sekuritas, investor dapat membeli emas dalam satuan kecil, menjadikannya sangat inklusif bagi masyarakat luas.