DWJ Manajement - PORTAL

Airlangga Sebut Jakarta Jadi Lokasi Pertama PFII, Bali Masih Dievaluasi

Oleh: DWJ-Manajement 20 Aug 2026
Airlangga Sebut Jakarta Jadi Lokasi Pertama PFII, Bali Masih Dievaluasi

```html

Perkuat Posisi Hub Finansial Global, Jakarta Jadi Lokasi Pertama Operasional PFII, Bali Masih Dievaluasi

Pemerintah memastikan Jakarta akan menjadi basis pertama bagi operasional Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem keuangan nasional di kancah global.

Jakarta, sebagai pusat gravitasi ekonomi Indonesia, dipilih untuk memimpin tahap awal implementasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Keputusan ini diambil guna mengoptimalkan infrastruktur keuangan yang sudah mapan di ibu kota, sembari tetap mempertimbangkan potensi pengembangan wilayah lain, termasuk Bali, yang saat ini masih dalam tahap evaluasi mendalam oleh pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa penetapan Jakarta sebagai lokasi pertama PFII merupakan langkah pragmatis sekaligus strategis. Hal ini didasarkan pada kesiapan ekosistem pendukung yang telah terbentuk selama puluhan tahun di Jakarta, mulai dari konsentrasi lembaga perbankan, bursa efek, hingga kantor pusat perusahaan multinasional.

Langkah Strategis Menuju Hub Finansial Dunia

Pembentukan PFII bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, melainkan sebuah upaya transformasi regulasi dan ekosistem untuk menarik arus modal asing (Foreign Direct Investment/FDI) ke Indonesia. Dengan adanya pusat finansial internasional, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar konsumsi yang besar, tetapi juga menjadi pusat manajemen kekayaan dan transaksi keuangan di kawasan Asia Tenggara.

Airlangga menekankan bahwa keberadaan PFII akan memberikan sinyal positif kepada investor global bahwa Indonesia siap menyediakan platform yang aman, transparan, dan kompetitif. Jakarta, dengan segala kompleksitas dan infrastrukturnya, dinilai sebagai tempat paling logis untuk memulai fase pertama ini.

Beberapa faktor utama yang mendasari pemilihan Jakarta sebagai lokasi awal antara lain:

Konsentrasi Lembaga Keuangan: Keberadaan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sudah berpusat di Jakarta.

Infrastruktur Digital: Konektivitas internet tingkat tinggi dan kesiapan sistem pembayaran digital yang sangat masif di ibu kota.

Ketersediaan Sumber Daya Manusia: Melimpahnya tenaga kerja ahli di bidang keuangan, hukum, dan akuntansi yang berbasis di Jakarta.