Menilik Sejarah Pasar Modal: Airlangga Hartarto Sebut VOC Sebagai Perusahaan Pertama yang Melantai di Bursa
Pernyataan Menko Perekonomian ini membuka kembali lembaran sejarah mengenai asal-usul perdagangan saham dunia yang berakar dari masa kolonial.
Dalam sebuah diskusi mendalam mengenai perkembangan ekonomi global dan sejarah instrumen keuangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan catatan menarik yang memantik diskusi mengenai evolusi pasar modal. Airlangga menyebutkan bahwa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai Perusahaan Hindia Timur Belanda, merupakan entitas bisnis pertama di dunia yang tercatat dan melakukan perdagangan saham di bursa.
Pernyataan ini bukan sekadar pengingat sejarah, melainkan sebuah refleksi mengenai bagaimana mekanisme pengumpulan modal yang kita kenal saat ini—melalui pasar modal—memiliki akar yang sangat kuat pada era penjelajahan samudra. VOC, yang didirikan pada awal abad ke-17, telah meletakkan fondasi bagi konsep korporasi modern dan sistem investasi publik yang menjadi tulang punggung ekonomi global saat ini.
Jejak Sejarah VOC dalam Dunia Keuangan Modern
Sebelum adanya konsep perusahaan publik seperti yang kita lihat pada emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau New York Stock Exchange (NYSE) saat ini, pengumpulan modal untuk ekspansi bisnis dilakukan dengan cara yang jauh lebih terbatas. Pada masa itu, ekspedisi perdagangan lintas samudra melibatkan risiko yang sangat tinggi, mulai dari badai, serangan bajak laut, hingga kerugian akibat komoditas yang rusak di perjalanan.
Airlangga menekankan bahwa VOC muncul sebagai solusi inovatif atas risiko tersebut. Untuk mendanai ekspedisi besar menuju wilayah Timur (termasuk Nusantara), para pedagang Belanda tidak lagi hanya mengandalkan modal pribadi atau pinjaman bank yang terbatas, melainkan mulai menawarkan partisipasi kepada masyarakat luas. Inilah titik awal lahirnya konsep kepemilikan saham.
Beberapa poin penting mengenai peran VOC dalam sejarah keuangan meliputi:
Pembagian Risiko: Dengan menjual saham kepada masyarakat, risiko kerugian akibat kegagalan ekspedisi tidak lagi ditanggung oleh satu individu, melainkan dibagi ke banyak pemegang saham.
Mobilisasi Modal Masif: Kemampuan VOC untuk menghimpun dana dari ribuan investor kecil dan besar memungkinkan mereka membangun armada kapal yang sangat besar dan membangun infrastruktur di berbagai belahan dunia.