```html
Menko Airlangga Hartarto Soroti Sejarah VOC dalam Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia: Pentingnya Kepercayaan Investor
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan catatan mendalam dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Pasar Modal Indonesia. Dalam pidatonya, Airlangga tidak hanya merayakan pencapaian angka dan pertumbuhan indeks, namun juga membawa audiens menengok kembali ke akar sejarah mekanisme pasar modal, termasuk menyinggung peran Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).
Penyebutan sejarah VOC dalam konteks peringatan pasar modal ini bukan tanpa alasan. Airlangga menekankan bahwa sejarah panjang instrumen keuangan, mulai dari era kolonial hingga sistem modern yang kita kenal saat ini, memberikan pelajaran berharga mengenai bagaimana mekanisme pasar bekerja, bagaimana modal dikelola, dan yang paling krusial: bagaimana kepercayaan dibangun serta dipertahankan.
Menakar Akar Sejarah: Mengapa VOC Disebut?
Dalam diskusi mengenai perkembangan instrumen keuangan global, VOC sering kali disebut sebagai salah satu entitas pertama yang memelopori perdagangan saham secara masif. Dengan menyinggung sejarah ini, Menko Airlangga ingin mengingatkan bahwa pasar modal adalah sistem yang telah berevolusi selama berabad-abad. Namun, evolusi tersebut juga membawa pelajaran tentang risiko, tata kelola, dan pentingnya regulasi yang kuat.
Airlangga menjelaskan bahwa pemahaman terhadap sejarah membantu para pelaku pasar untuk tidak sekadar terjebak dalam euforia jangka pendek. Sejarah mengajarkan bahwa tanpa manajemen risiko yang baik dan transparansi yang tinggi, sebuah entitas ekonomi—sebesar apa pun itu—dapat runtuh. Hal ini menjadi refleksi penting bagi bursa efek Indonesia yang kini tengah bertransformasi menjadi pemain kunci di kawasan Asia Tenggara.
Penyebutan ini juga menjadi pengingat bahwa pasar modal bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli saham, melainkan sebuah ekosistem kompleks yang membutuhkan fondasi hukum dan etika yang kokoh agar tidak mengulangi kegagalan-kegagalan sistemik yang pernah terjadi di masa lalu.
Kepercayaan Investor Sebagai Kunci Utama Keberlanjutan Pasar
Lebih lanjut, inti dari pesan yang disampaikan Airlangga Hartarto adalah mengenai "kepercayaan" atau trust. Menurutnya, pasar modal adalah bisnis kepercayaan. Tanpa kepercayaan dari investor, baik investor domestik maupun asing, likuiditas akan kering dan pasar akan kehilangan fungsinya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.