DWJ Manajement - PORTAL

Airlangga Temui PM Kanada Bahas Kerja Sama Nuklir-Mineral Kritis

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
Airlangga Temui PM Kanada Bahas Kerja Sama Nuklir-Mineral Kritis

Perkuat Hilirisasi dan Transisi Energi, Airlangga Hartarto Bahas Kerja Sama Nuklir dan Mineral Kritis dengan Kanada

TORONTO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan langkah diplomasi ekonomi strategis guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Dalam rangkaian kunjungan kerja di Kanada, Airlangga melakukan pertemuan bilateral dengan pihak otoritas tertinggi Kanada di sela-sela penyelenggaraan Canada Investment Summit.

Pertemuan tingkat tinggi ini berfokus pada dua pilar utama yang menjadi agenda krusial bagi masa depan ekonomi hijau dunia, yakni pengembangan teknologi energi nuklir dan kerja sama pengamanan pasokan mineral kritis. Langkah ini dinilai sebagai upaya nyata pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi energi sekaligus memastikan kebijakan hilirisasi industri tetap berjalan beriringan dengan kebutuhan pasar global.

Memperkuat Rantai Pasok Mineral Kritis Global

Salah satu poin utama yang menjadi pembahasan mendalam antara Menko Airlangga dengan perwakilan pemerintah Kanada adalah mengenai mineral kritis. Sebagaimana diketahui, dunia saat ini tengah berlomba-lomba untuk mengamankan pasokan material yang dibutuhkan bagi produksi teknologi tinggi, terutama dalam industri kendaraan listrik (EV) dan perangkat energi terbarukan.

Indonesia, dengan cadangan nikel yang melimpah, memiliki posisi tawar yang sangat kuat. Namun, untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem baterai kendaraan listrik global, Indonesia membutuhkan kolaborasi teknologi dan investasi yang lebih luas. Kanada, sebagai salah satu pemilik cadangan mineral penting dunia, dipandang sebagai mitra yang sangat ideal untuk membangun kemitraan strategis.

Dalam diskusi tersebut, ditekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya akan berfokus pada ekspor bahan mentah, melainkan pada pengembangan ekosistem industri yang lebih kompleks, meliputi:

Pengolahan (Smelting) dan Pemurnian: Meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri melalui teknologi pemurnian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Manajemen Rantai Pasok: Memastikan distribusi mineral kritis berjalan stabil guna mendukung stabilitas industri otomotif dan teknologi di kedua negara.

Inovasi Teknologi Ekstraksi: Pertukaran pengetahuan mengenai metode penambangan yang lebih berkelanjutan (sustainable mining) untuk meminimalisir dampak lingkungan.