DWJ Manajement - PORTAL

Airlangga Ungkap Potensi Investasi Jerman di RI, Ini Sektornya

Oleh: DWJ-Manajement 20 Aug 2026
Airlangga Ungkap Potensi Investasi Jerman di RI, Ini Sektornya

Airlangga Hartarto Bidik Investasi Besar Jerman ke Indonesia: Sektor Energi Hijau hingga Ekosistem EV Jadi Primadona

Menko Perekonomian sebut transisi energi dan hilirisasi industri menjadi pintu masuk utama bagi investor asal Jerman untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

Jakarta, - Pemerintah Indonesia terus bergerak agresif dalam menjaring investasi asing langsung (FDI) untuk memperkuat struktur ekonomi domestik. Salah satu target strategis dalam upaya ini adalah menarik minat para pelaku usaha dari Jerman, salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Eropa yang memiliki keunggulan teknologi tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan Jerman. Menurut Airlangga, sinergi antara kebutuhan investasi Indonesia dan keahlian teknis Jerman dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan, terutama dalam mendukung agenda transformasi ekonomi nasional.

Fokus pada Transisi Energi dan Teknologi Hijau

Dalam berbagai kesempatan diplomasi ekonomi, Airlangga menekankan bahwa sektor energi terbarukan atau renewable energy merupakan salah satu daya tarik utama bagi investor Jerman. Jerman telah lama menjadi pemimpin global dalam pengembangan teknologi energi hijau, mulai dari energi angin, surya, hingga teknologi hidrogen hijau.

Sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat, kebutuhan akan teknologi ramah lingkungan menjadi sangat mendesak. Airlangga melihat adanya celah besar di mana perusahaan Jerman dapat masuk untuk membantu Indonesia dalam membangun infrastruktur energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Investasi di sektor ini tidak hanya terbatas pada pembangunan pembangkit listrik, tetapi juga mencakup transfer teknologi dalam pengelolaan sistem energi yang cerdas (smart grid) dan pengembangan penyimpanan energi (energy storage) yang efisien. Hal ini dianggap krusial agar transisi energi di Indonesia dapat berjalan secara stabil dan andal.

Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik (EV)

Selain sektor energi terbarukan, Airlangga juga menyoroti besarnya potensi kerja sama dalam ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Indonesia, yang memiliki cadangan nikel melimpah sebagai bahan baku utama baterai lithium, sedang berupaya keras membangun rantai pasok EV dari hulu ke hilir.

Di sisi lain, Jerman memiliki keunggulan mutlak dalam industri otomotif global dengan berbagai manufaktur kelas dunia yang sudah sangat mapan. Airlangga meyakini bahwa kolaborasi antara kekayaan sumber daya alam Indonesia dan teknologi otomotif Jerman akan menciptakan pusat produksi kendaraan listrik yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara.