Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek manufaktur kendaraan, tetapi juga mencakup pengembangan infrastruktur pengisian daya (charging station), teknologi baterai generasi terbaru, hingga pengembangan komponen-komponen pendukung lainnya. Langkah ini merupakan bagian integral dari kebijakan hilirisasi industri yang tengah digalakkan oleh Presiden Joko Widodo.
Sektor-Sektor Potensial yang Dilirik Investor Jerman
Berdasarkan pemaparan Menko Perekonomian, terdapat beberapa sektor kunci yang menjadi prioritas dalam menarik minat perusahaan-perusahaan asal Jerman. Berikut adalah rincian sektor-sektor strategis tersebut:
Energi Terbarukan dan Hidrogen Hijau: Pemanfaatan teknologi Jerman untuk mengembangkan energi surya, angin, dan teknologi hidrogen guna mendukung dekarbonisasi industri.
Ekosistem Kendaraan Listrik (EV): Integrasi antara ketersediaan bahan baku nikel di Indonesia dengan teknologi manufaktur otomotif Jerman.
Transformasi Digital dan Industri 4.0: Implementasi otomasi, robotika, dan sistem digital dalam manufaktur untuk meningkatkan efisiensi produksi nasional.
Teknologi Kesehatan (MedTech): Pengembangan peralatan medis canggih dan infrastruktur kesehatan berbasis teknologi tinggi untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Manufaktur Berkelanjutan: Penerapan standar hijau dalam proses produksi industri untuk memenuhi tuntutan pasar global terhadap produk ramah lingkungan.
Mendorong Hilirisasi Industri Melalui Teknologi Jerman