DWJ Manajement - PORTAL

Aksi Jual Asing Mereda, IHSG Bulan Juli Naik 10%

Oleh: DWJ-Manajement 04 Aug 2026
Aksi Jual Asing Mereda, IHSG Bulan Juli Naik 10%

Sinyal Positif Pasar Modal! Aksi Jual Asing Mereda, IHSG Meroket 10,51 Persen Sepanjang Juli 2026

Pertumbuhan jumlah investor mencapai angka 30 juta orang dan penguatan fundraising korporasi menjadi motor penggerak utama penguatan indeks.

JAKARTA - Pasar modal Indonesia mencatatkan performa yang sangat impresif sepanjang bulan Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan melonjak tajam sebesar 10,51 persen, sebuah angka yang menandakan kembalinya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional. Fenomena ini tidak lepas dari meredanya aksi jual oleh investor asing yang sebelumnya sempat menekan pergerakan indeks pada bulan-bulan sebelumnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam laporan terbarunya mengungkapkan bahwa perubahan sentimen pasar ini menjadi titik balik penting bagi pasar keuangan domestik. Setelah sempat mengalami tekanan akibat arus modal keluar (capital outflow), aliran dana asing mulai berbalik arah dan kembali masuk ke instrumen ekuitas di Indonesia, memberikan suntikan likuiditas yang signifikan bagi pasar.

Sentimen Positif: Berakhirnya Era Aksi Jual Asing

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan IHSG yang sangat signifikan ini adalah meredanya tekanan dari investor mancanegara. Pada periode sebelumnya, pasar sempat dihantui oleh kekhawatiran akan ketidakpastian ekonomi global yang memicu aksi ambil untung (profit taking) dan pengalihan dana ke pasar negara maju.

Namun, memasuki Juli 2026, kondisi tersebut berbalik secara drastis. Investor asing terlihat mulai mengalihkan kembali portofolionya ke pasar berkembang (emerging markets), dengan Indonesia sebagai salah satu destinasi utama. Hal ini didorong oleh beberapa faktor fundamental, antara lain:

Stabilitas Makroekonomi: Indikator ekonomi nasional yang menunjukkan pertumbuhan stabil memberikan rasa aman bagi investor global.

Kebijakan Moneter yang Terukur: Langkah otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi dipandang berhasil meredam volatilitas.

Peningkatan Daya Saing Sektor Komoditas dan Manufaktur: Perbaikan kinerja perusahaan-perusahaan besar di sektor-sektor strategis menarik minat beli asing.