DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Ngaku dari Kecil Disumpah Jadikan RI Sejahtera-Tak Ada Orang Lapar

Oleh: DWJ-Manajement 18 Sep 2026
Prabowo Ngaku dari Kecil Disumpah Jadikan RI Sejahtera-Tak Ada Orang Lapar

```html

Misi Suci Prabowo Subianto: Mengungkap Sumpah Masa Kecil untuk Sejahterakan Indonesia dan Hapuskan Kelaparan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa komitmennya untuk memimpin bangsa bukan sekadar mandat politik, melainkan sebuah amanah spiritual dan janji suci yang telah ia emban sejak masa kecilnya.

Dalam sebuah pernyataan yang penuh emosi dan determinasi, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sebuah sisi personal yang jarang diketahui publik. Ia mengaku bahwa sejak masih kanak-kanak, dirinya telah memikul sebuah "sumpah" atau janji mendalam untuk memastikan Indonesia menjadi negara yang sejahtera, di mana tidak boleh ada satu pun rakyatnya yang menderita karena kelaparan.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika politik biasa. Bagi Prabowo, visi untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem dan menjamin kedaulatan pangan adalah inti dari pengabdiannya kepada negara. Hal ini mencerminkan tekad kuat sang Presiden untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah menuju negara maju yang bermartabat.

Sumpah Sejak Kecil: Sebuah Panggilan Jiwa dan Amanah Nasional

Prabowo Subianto menjelaskan bahwa benih keinginan untuk melihat Indonesia yang kuat dan makmur telah tertanam dalam dirinya sejak usia yang sangat muda. Ia merasa bahwa tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyat adalah sebuah panggilan jiwa yang telah ditetapkan dalam perjalanan hidupnya. Sumpah masa kecil ini menjadi kompas moral yang menuntun langkah politiknya hingga akhirnya ia dipercaya memimpin Republik Indonesia.

Dalam pandangan Prabowo, kepemimpinan adalah tentang pengorbanan. Ia menekankan bahwa menjadi seorang Presiden bukan tentang menikmati fasilitas negara, melainkan tentang memikul beban berat untuk memastikan setiap individu di pelosok negeri, dari Sabang hingga Merauke, dapat merasakan nikmatnya kemerdekaan yang sejati: yaitu kemerdekaan dari rasa lapar dan kemiskinan.

Sumpah ini juga menjadi pengingat bagi pemerintahannya bahwa setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada rakyat kecil. "Tidak boleh ada orang lapar di Indonesia," tegasnya. Kalimat singkat namun sarat makna ini menjadi landasan filosofis bagi berbagai program strategis yang tengah dan akan digulirkan oleh pemerintahannya.

Menghapus Kelaparan sebagai Syarat Mutlak Martabat Bangsa

Bagi Presiden Prabowo, isu kelaparan bukan hanya masalah ekonomi atau distribusi logistik, melainkan masalah martabat sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang besar tidak akan mungkin mencapai kejayaan jika rakyatnya masih harus berjuang hanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Kelaparan dianggap sebagai musuh nyata yang menghambat pertumbuhan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.