DWJ Manajement - PORTAL

Alarm dari Kadin! Ekspor Nikel RI Terancam Hilang 5 Juta Ton

Oleh: DWJ-Manajement 06 Aug 2026
Alarm dari Kadin! Ekspor Nikel RI Terancam Hilang 5 Juta Ton

Alarm Keras Kadin! Pemangkasan Kuota Nikel Berisiko Hilangkan Ekspor 5 Juta Ton

JAKARTA – Industri pertambangan nikel Indonesia, yang selama ini menjadi tulang punggung program hilirisasi nasional, kini tengah menghadapi ancaman serius. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengeluarkan peringatan keras terkait potensi kerugian besar yang dapat dialami negara akibat kebijakan pemangkasan kuota produksi nikel.

Kebijakan pemangkasan kuota nikel menjadi kisaran 260 hingga 270 juta ton diperkirakan akan memicu dampak berantai pada neraca perdagangan Indonesia. Kadin memproyeksikan bahwa langkah ini dapat menyebabkan hilangnya volume ekspor nikel dalam jumlah yang sangat fantastis, yakni antara 3,5 hingga 5 juta ton.

Kondisi ini dianggap sebagai alarm bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi kembali regulasi terkait kuota produksi dan proses perizinan yang selama ini dinilai menghambat kelancaran operasional perusahaan tambang di lapangan.

Ancaman Hilangnya Volume Ekspor Signifikan

Nikel merupakan komoditas strategis yang menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global, terutama untuk industri baterai kendaraan listrik (EV). Namun, ketidakpastian mengenai jumlah kuota yang diperbolehkan untuk diproduksi dan dijual oleh para pelaku usaha menciptakan ketidakstabilan di sektor ini.

Kadin menyoroti bahwa jika pemangkasan kuota ke angka 260-270 juta ton ini tetap diimplementasikan tanpa pertimbangan matang terhadap kapasitas serapan pasar dan kebutuhan hilirisasi, maka potensi kehilangan ekspor sebesar 5 juta ton bukan sekadar angka di atas kertas. Angka tersebut merepresentasikan hilangnya peluang devisa negara yang sangat besar.

Berikut adalah beberapa poin risiko utama yang disoroti oleh para pelaku industri:

Penurunan Pendapatan Negara: Hilangnya volume ekspor secara langsung akan memangkas penerimaan negara dari sektor pajak dan royalti pertambangan.

Gangguan Rantai Pasok Global: Indonesia sebagai pemasok nikel terbesar dunia memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas pasokan global. Penurunan produksi yang drastis dapat mengganggu kepercayaan mitra internasional.

Efek Domino pada Industri Hilir: Banyak smelter yang telah dibangun dengan investasi triliunan rupiah membutuhkan pasokan bahan baku yang stabil. Jika kuota hulu dibatasi, maka operasional smelter di hilir juga akan terancam.