Mengapa Awan Ini Sangat Berbahaya?
Bahaya utama dari awan Cumulonimbus bukan hanya terletak pada hujan yang turun, melainkan pada paket lengkap fenomena yang dibawanya. Ketika sebuah sel Cumulonimbus mencapai tahap kematangan, ia akan melepaskan berbagai energi yang bisa merusak.
Fenomena Cuaca yang Menyertai Cumulonimbus
Ada beberapa elemen berbahaya yang hampir selalu menyertai awan ini. Memahami elemen-elemen ini akan memberikan gambaran mengapa cuaca ekstrem bisa terjadi begitu mendadak.
1. Hujan Lebat dan Intensitas Tinggi
Cumulonimbus menyimpan cadangan air yang luar biasa besar. Saat proses presipitasi terjadi, air dilepaskan dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu yang relatif singkat. Hal inilah yang sering memicu terjadinya banjir bandang atau genangan air di area perkotaan (urban flooding) dalam hitungan menit.
2. Angin Kencang dan Microburst
Di dalam awan ini, terjadi arus udara naik (updraft) dan arus udara turun (downdraft) yang sangat kuat. Ketika arus udara turun (downdraft) menghantam permukaan bumi, ia dapat menyebar ke segala arah dengan kecepatan tinggi. Fenomena ini dikenal sebagai microburst, yang mampu merobohkan pepohonan, merusak bangunan, hingga menerbangkan atap rumah.
3. Petir dan Sambaran Listrik
Gesekan antara kristal es dan tetesan air di dalam awan menciptakan pemisahan muatan listrik. Muatan positif berkumpul di bagian atas awan, sementara muatan negatif berkumpul di bagian bawah. Perbedaan potensial yang ekstrem ini memicu terjadinya kilat atau petir. Sambaran petir dari awan Cumulonimbus bisa sangat mematikan jika mengenai manusia atau struktur bangunan yang tidak memiliki sistem penangkal petir yang memadai.
4. Hujan Es (Hail)
Dalam kondisi tertentu, arus udara naik (updraft) di dalam awan sangat kuat sehingga mampu menahan tetesan air agar tetap berada di ketinggian yang sangat dingin. Di sana, tetesan air membeku menjadi kristal es. Kristal ini terus tumbuh karena bertabrakan dengan tetesan air lainnya hingga menjadi cukup berat untuk jatuh ke bumi sebagai hujan es. Hujan es dapat merusak kendaraan, tanaman pertanian, hingga kaca bangunan.
Proses Terbentuknya Awan Cumulonimbus
Proses pembentukan awan ini sangat berkaitan dengan konsep konveksi. Di negara tropis seperti Indonesia, panas matahari yang menyengat permukaan bumi menyebabkan suhu udara di dekat permukaan menjadi sangat tinggi. Udara yang panas ini menjadi ringan dan mulai naik secara vertikal (proses konveksi).