DWJ Manajement - PORTAL

Apa Itu Peta Mercator yang Sukses 'Digugat' Uni Afrika di PBB

Oleh: DWJ-Manajement 05 Sep 2026
Apa Itu Peta Mercator yang Sukses 'Digugat' Uni Afrika di PBB

Sejarah Baru! PBB Setujui Resolusi Uni Afrika, Peta Mercator yang 'Menyesatkan' Resmi Akan Diganti

Langkah revolusioner melalui resolusi 'Correct the Map' resmi disahkan. Dunia kini bersiap meninggalkan proyeksi Mercator yang bias dan beralih ke Equal Earth yang lebih akurat secara geografis.

Dunia kartografi internasional tengah mengalami pergeseran paradigma yang sangat besar. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi telah menyetujui resolusi bertajuk 'Correct the Map' yang diinisiasi oleh Uni Afrika. Keputusan bersejarah ini menandai berakhirnya dominasi Peta Mercator dalam representasi visual dunia, yang selama berabad-abad dianggap telah memberikan gambaran yang tidak akurat mengenai luas wilayah negara-negara di bumi.

Resolusi ini merupakan kemenangan diplomatik sekaligus ilmiah bagi Uni Afrika dan berbagai negara berkembang lainnya. Selama ini, penggunaan proyeksi Mercator dalam buku teks sekolah, peta navigasi, hingga media massa dianggap telah melanggengkan persepsi geopolitik yang timpang, di mana negara-negara di belahan bumi utara tampak jauh lebih besar dan dominan dibandingkan negara-negara di wilayah khatulistiwa, khususnya di benua Afrika.

Mengapa Peta Mercator Menjadi Masalah?

Untuk memahami mengapa Uni Afrika sampai harus melayangkan 'gugatan' di tingkat PBB, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu proyeksi Mercator. Diciptakan oleh Gerardus Mercator pada tahun 1569, peta ini awalnya dirancang untuk tujuan navigasi laut. Keunggulan utama peta ini adalah kemampuannya mempertahankan sudut dan arah, yang memudahkan pelaut untuk berlayar dalam garis lurus (rhumb lines).

Namun, ada harga mahal yang harus dibayar untuk kemudahan navigasi tersebut: distorsi luas wilayah. Semakin jauh sebuah wilayah dari garis khatulistiwa menuju kutub, semakin besar distorsi ukuran yang terjadi. Hal ini menyebabkan wilayah-wilayah di dekat kutub terlihat sangat masif, sementara wilayah di sekitar ekuator tampak lebih kecil dari ukuran sebenarnya.

Berikut adalah beberapa contoh distorsi ekstrem yang dihasilkan oleh peta Mercator:

Greenland vs Afrika: Dalam peta Mercator, Greenland tampak hampir seukuran dengan benua Afrika. Padahal, secara realitas, Afrika jauh lebih besar—sekitar 14 kali lipat luas Greenland.

Eropa vs Amerika Selatan: Eropa sering kali terlihat sangat luas dan mendominasi peta, padahal luas wilayah Amerika Selatan sebenarnya jauh lebih besar daripada seluruh benua Eropa.

Rusia dan Kanada: Negara-negara di wilayah sub-artik ini tampak sangat raksasa, yang secara tidak sadar membentuk persepsi psikologis tentang dominasi wilayah mereka di mata dunia.