DWJ Manajement - PORTAL

Apa Itu Peta Mercator yang Sukses 'Digugat' Uni Afrika di PBB

Oleh: DWJ-Manajement 05 Sep 2026
Apa Itu Peta Mercator yang Sukses 'Digugat' Uni Afrika di PBB

Representasi Global yang Adil: Tidak ada satu wilayah pun yang tampak "meledak" ukurannya karena posisi geografisnya yang dekat dengan kutub.

Visualisasi yang Lebih Manusiawi: Peta ini memberikan perspektif yang lebih seimbang bagi masyarakat dunia untuk memahami hubungan spasial antar negara secara jujur.

Langkah Menuju Implementasi Global

Persetujuan resolusi di Majelis Umum PBB ini menjadi tonggak sejarah, namun tantangan sesungguhnya terletak pada implementasi. Proses transisi dari Mercator ke Equal Earth tidak akan terjadi dalam semalam. Diperlukan perubahan besar dalam industri penerbitan, perangkat lunak pemetaan (GIS), hingga kurikulum pendidikan di seluruh dunia.

Uni Afrika telah menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya dekolonisasi pengetahuan. Dengan mengubah cara dunia melihat peta, mereka juga sedang mengubah cara dunia melihat posisi strategis dan pentingnya benua Afrika dalam konstelasi geopolitik global.

Para pembuat kebijakan diharapkan dapat segera mengintegrasikan standar Equal Earth ke dalam atlas nasional, platform digital seperti Google Maps atau Apple Maps, serta buku-buku pelajaran di sekolah-sekolah. Hal ini penting agar generasi mendatang memiliki pemahaman geografis yang objektif dan tidak lagi terjebak dalam persepsi semu yang diciptakan oleh peta abad ke-16.

Kesimpulan

Keputusan PBB untuk menyetujui resolusi 'Correct the Map' adalah kemenangan besar bagi kebenaran ilmiah dan keadilan representasi global. Penggantian Peta Mercator dengan proyeksi Equal Earth bukan sekadar masalah teknis kartografi, melainkan upaya untuk meruntuhkan bias Eurosentrisme yang telah mengakar selama berabad-abad.

Dengan peta yang lebih akurat, dunia akan melihat realitas benua yang sebenarnya—di mana Afrika, Amerika Selatan, dan wilayah ekuator lainnya mendapatkan porsi visual yang layak sesuai dengan luas wilayah mereka. Ini adalah langkah maju menuju dunia yang lebih inklusif, di mana setiap negara, terlepas dari letak geografisnya, dipandang dengan proporsi yang benar dan adil.