Asing Borong Saham-Saham Tambang Kala IHSG Anjlok ke Level 4.900
Di tengah tekanan jual besar-besaran, sektor pertambangan mulai menunjukkan daya tarik bagi investor asing.
IHSG Tertekan di Awal Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang kurang memuaskan pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Indeks mengalami penurunan tajam sebesar 3,64 persen.
Kondisi ini membawa posisi indeks mendekati level psikologis penting di angka 4.900. Volatilitas pasar terlihat cukup tinggi sepanjang sesi perdagangan berlangsung.
Arus Modal Asing dan Nilai Transaksi
Meskipun pasar sedang mengalami tekanan, nilai transaksi perdagangan tetap menunjukkan angka yang cukup signifikan. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp19,52 triliun.
Ringkasan Pergerakan Pasar:
Penurunan Indeks: 3,64%
Nilai Transaksi: Rp19,52 Triliun
Net Sell Asing: Rp1,72 Triliun
Investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp1,72 triliun. Tekanan jual dari aliran modal asing ini menjadi salah satu pemicu utama koreksi IHSG secara keseluruhan.
Sektor Tambang Menjadi Pengecualian
Menariknya, di tengah aksi jual asing secara menyeluruh, terdapat indikasi pergerakan selektif pada saham-saham sektor pertambangan. Beberapa emiten di sektor ini terpantau mulai diborong oleh investor.
Hal ini mengindikasikan adanya strategi rotasi sektor oleh para pelaku pasar. Investor cenderung mencari peluang di sektor komoditas saat harga-harga saham lainnya mengalami koreksi tajam.
Kesimpulan
Penurunan IHSG sebesar 3,64% mencerminkan sentimen negatif yang kuat di awal pekan. Meski investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,72 triliun, minat terhadap saham-saham tambang menunjukkan bahwa pasar mulai mencari celah pemulihan di tengah tekanan.