DWJ Manajement - PORTAL

Asing Rebutan Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Ambruk

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Asing Rebutan Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Ambruk

BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk): Investor asing melihat peluang pada sektor mikro yang tetap tumbuh meski kondisi makro menantang.

TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk): Sektor telekomunikasi dianggap defensif, sehingga menjadi pilihan saat pasar sedang volatil.

ASII (PT Astra International Tbk): Penurunan harga saham Astra dianggap sudah mencapai level valuasi yang menarik bagi investor jangka panjang.

BMRI (PT Bank Mandiri Tbk): Efisiensi dan pertumbuhan kredit yang stabil membuat emiten ini tetap masuk dalam daftar belanja asing.

ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk): Sektor konsumer dianggap mampu bertahan di tengah tekanan inflasi dan daya beli.

AMRT (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk): Kekuatan jaringan ritelnya menjadikan saham ini pilihan menarik untuk diversifikasi.

UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk): Meskipun sempat mengalami tekanan, beberapa investor asing mulai melihat titik balik pada emiten konsumer ini.

PGAS (PT Perusahaan Gas Negara Tbk): Sektor energi tetap dilirik, terutama emiten yang memiliki arus kas yang kuat.

BBNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk): Valuasi yang masih relatif terdiskon dibandingkan bank besar lainnya menarik minat akumulasi.

Mengapa Saham-Saham Tersebut Dipilih?

Ada beberapa alasan teknis dan fundamental mengapa 10 saham di atas tetap mendapatkan limpahan dana asing meskipun IHSG sedang dalam kondisi "berdarah":

1. Fundamental yang Teruji

Saham-saham yang masuk dalam daftar tersebut umumnya adalah pemimpin pasar (market leaders) di sektornya masing-masing. Mereka memiliki laporan keuangan yang sehat, rasio utang yang terkendali, dan kemampuan mencetak laba yang konsisten.

2. Valuasi yang Menarik (Undervalued)

Koreksi pasar yang terjadi seringkali membuat harga saham-saham berkualitas tinggi jatuh di bawah nilai intrinsiknya. Bagi investor asing yang memiliki cakrawala investasi jangka panjang, kondisi ini adalah momentum emas untuk membeli aset berkualitas dengan harga murah.