Daftar 10 Saham yang Diam-Diam Diborong Asing
Berdasarkan hasil pemantauan arus kas asing (foreign flow) pada saat IHSG ambruk, berikut adalah 10 saham yang menunjukkan tanda-tanda akumulasi kuat meskipun pasar secara keseluruhan sedang mengalami tekanan hebat:
1. BBCA (Bank Central Asia Tbk)
Sebagai jangkar utama pasar modal Indonesia, BBCA tetap menjadi primadona bagi investor asing. Meskipun IHSG tertekan, akumulasi pada BBCA menunjukkan bahwa investor asing masih mempercayai stabilitas perbankan swasta terbesar di Indonesia ini sebagai instrumen pelindung nilai yang efektif.
2. BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk)
BBRI mencatatkan volume beli asing yang signifikan. Fokus pada sektor mikro dan penyaluran kredit yang tetap kuat menjadikan saham ini sebagai target utama saat harga mengalami koreksi teknis di area supportnya.
3. BMRI (Bank Mandiri Tbk)
Bank plat merah ini juga tidak luput dari incaran. Efisiensi operasional yang terus meningkat membuat BMRI tetap menjadi pilihan bagi investor asing yang mencari pertumbuhan (growth) sekaligus dividen yang stabil.
4. BBNI (Bank Negara Indonesia Tbk)
BBNI seringkali dianggap sebagai pilihan "value play" dibandingkan dua bank besar lainnya. Saat pasar ambruk, asing melihat BBNI sebagai saham dengan valuasi yang masih sangat masuk akal untuk dikoleksi dalam jangka menengah.
5. TLKM (Telkom Indonesia Tbk)
Sektor telekomunikasi menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai penguasa pangsa pasar infrastruktur digital di Indonesia, TLKM dianggap sebagai saham defensif yang mampu bertahan di tengah volatilitas ekonomi.
6. ASII (Astra International Tbk)
Meskipun menghadapi tantangan di sektor otomotif, Astra International tetap menjadi proksi ekonomi Indonesia yang paling dicintai investor asing. Akumulasi pada ASII menandakan kepercayaan pada daya beli masyarakat dalam jangka panjang.