DWJ Manajement - PORTAL

Bakal Tambah Lagi Negara yang Pakai QRIS: Hong Kong sampai Arab Saudi

Oleh: DWJ-Manajement • 06 Sep 2026
Bakal Tambah Lagi Negara yang Pakai QRIS: Hong Kong sampai Arab Saudi

Kabar Gembira! QRIS Bakal Ekspansi ke Hong Kong hingga Arab Saudi, Belanja di Luar Negeri Jadi Makin Mudah

Bank Indonesia terus memperluas jangkauan pembayaran digital lintas negara guna mendukung kenyamanan wisatawan dan efisiensi ekonomi global.

Perluasan Jangkauan QRIS: Dari Asia Tenggara Menuju Pasar Global

Era membawa uang tunai dalam jumlah banyak saat bepergian ke luar negeri tampaknya akan segera berakhir. Sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang selama ini menjadi primadona di dalam negeri, kini bersiap untuk melakukan ekspansi besar-besaran ke kancah internasional. Tidak tanggung-tanggung, jangkauan QRIS diprediksi akan segera menyentuh wilayah Hong Kong hingga Arab Saudi.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat konektivitas pembayaran regional maupun global. Setelah sukses mengintegrasikan sistem pembayaran dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, kini Indonesia mulai melirik pasar yang lebih luas. Ekspansi ini bukan sekadar soal kemudahan bertransaksi, melainkan juga tentang memperkuat posisi mata uang Rupiah dan mendukung digitalisasi ekonomi secara masif.

Rencana perluasan ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, terutama para pelancong (traveler) dan jamaah ibadah. Dengan adanya integrasi QRIS di negara-negara tujuan tersebut, masyarakat Indonesia tidak perlu lagi merasa khawatir akan kesulitan mencari tempat penukaran uang (money changer) atau terbebani biaya administrasi kartu kredit yang tinggi saat bertransaksi di luar negeri.

Mengapa Hong Kong dan Arab Saudi Menjadi Target Utama?

Pemilihan Hong Kong dan Arab Saudi sebagai target ekspansi bukanlah tanpa alasan yang kuat. Kedua wilayah ini memiliki karakteristik pengguna dan kebutuhan ekonomi yang sangat spesifik bagi masyarakat Indonesia.

1. Hong Kong: Pusat Wisata dan Belanja

Hong Kong merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi warga Indonesia. Kota ini dikenal sebagai surga belanja dan pusat kuliner dunia. Selama ini, wisatawan Indonesia sering kali harus repot mengonversi Rupiah ke Dollar Hong Kong (HKD) atau menggunakan kartu debit/kredit yang terkadang dikenakan biaya konversi yang cukup mahal. Dengan masuknya QRIS ke Hong Kong, transaksi di pusat perbelanjaan hingga kedai makanan lokal dapat dilakukan hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi perbankan atau dompet digital yang sudah ada di ponsel pintar mereka.

2. Arab Saudi: Memudahkan Ibadah Umrah dan Haji

Bagi umat Muslim di Indonesia, Arab Saudi adalah destinasi utama untuk melaksanakan ibadah Umrah dan Haji. Perjalanan ke Tanah Suci melibatkan banyak transaksi kecil, mulai dari membeli kebutuhan sehari-hari, makanan, hingga transportasi lokal di Makkah dan Madinah. Implementasi QRIS di Arab Saudi akan sangat membantu para jamaah dalam melakukan pembayaran secara cepat, aman, dan transparan. Hal ini juga dapat mengurangi risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar yang rentan terhadap pencurian atau kehilangan selama perjalanan ibadah.

Manfaat Utama QRIS Cross-Border bagi Masyarakat

Pengembangan sistem cross-border payment atau pembayaran lintas negara menggunakan QRIS membawa segudang manfaat yang dirasakan langsung oleh pengguna akhir. Berikut adalah beberapa keuntungan utamanya:

Kemudahan dan Kepraktisan: Pengguna tidak perlu lagi membawa banyak uang tunai atau kartu kredit tambahan. Cukup dengan satu aplikasi yang biasa digunakan sehari-hari, transaksi internasional bisa dilakukan dalam hitungan detik.

Transparansi Kurs Mata Uang: Salah satu ketakutan terbesar saat bertransaksi di luar negeri adalah nilai tukar yang tidak transparan. Dengan QRIS, nilai tukar yang digunakan adalah nilai yang telah disepakati secara sistem, sehingga pengguna tahu persis berapa Rupiah yang terpotong dari saldo mereka.

Efisiensi Biaya: Dibandingkan dengan penggunaan kartu kredit yang seringkali mengenakan biaya administrasi tambahan atau biaya konversi mata uang yang tinggi, penggunaan QRIS cenderung jauh lebih ekonomis bagi pengguna.

Keamanan Lebih Terjamin: Transaksi digital mengurangi risiko fisik seperti kehilangan dompet atau uang tunai yang dicuri. Setiap transaksi tercatat secara real-time dalam riwayat aplikasi, sehingga lebih mudah untuk diaudit atau dipantau.

Memperkuat Ekonomi Digital dan Posisi Rupiah

Di balik kemudahan bagi individu, ekspansi QRIS juga memiliki dimensi makroekonomi yang sangat krusial. Bank Indonesia tengah mendorong penggunaan Local Currency Settlement (LCS) atau penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang global seperti Dollar AS dalam transaksi perdagangan internasional.

Dengan semakin banyaknya negara yang menerima QRIS, maka permintaan terhadap Rupiah dalam transaksi lintas negara juga akan meningkat. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan membangun ekosistem keuangan digital yang mandiri di kawasan Asia serta dunia. Selain itu, hal ini juga mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia yang ingin melakukan ekspansi ke pasar internasional, karena mereka sudah terbiasa dengan ekosistem pembayaran digital yang terstandarisasi.

Tantangan dalam Implementasi Global

Meski prospeknya sangat cerah, tentu terdapat tantangan besar yang harus dihadapi oleh regulator dan penyedia jasa pembayaran. Beberapa tantangan tersebut antara lain:

Sinkronisasi Regulasi: Menyelaraskan aturan hukum antara Bank Indonesia dengan otoritas keuangan di negara tujuan seperti Hong Kong dan Arab Saudi memerlukan diplomasi yang intens.

Infrastruktur Teknologi: Memastikan sistem keamanan siber yang mumpuni agar transaksi lintas negara tetap aman dari serangan peretas.

Interoperabilitas Sistem: Menjamin bahwa semua penyedia jasa pembayaran (PJP) di Indonesia dapat terhubung secara mulus dengan sistem pembayaran di negara mitra.

Cara Menggunakan QRIS Saat Berada di Luar Negeri

Bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin mencoba, secara umum mekanisme penggunaan QRIS di luar negeri akan sangat mirip dengan penggunaan di dalam negeri. Berikut adalah gambaran singkatnya:

Pastikan aplikasi mobile banking atau dompet digital Anda sudah mendukung fitur cross-border payment.

Pastikan Anda memiliki saldo yang cukup dalam mata uang Rupiah.

Saat berada di toko atau merchant di negara tujuan (misalnya Hong Kong), cari logo QR yang telah terintegrasi dengan sistem internasional.

Scan kode QR tersebut menggunakan aplikasi Anda.

Sistem akan secara otomatis mengonversi nilai transaksi dari mata uang lokal ke Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku saat itu.

Konfirmasi pembayaran, dan transaksi selesai.

Meskipun saat ini implementasinya masih terus dikembangkan, keterlibatan negara-negara besar seperti Hong Kong dan Arab Saudi akan menjadi lompatan besar bagi inklusi keuangan digital Indonesia di mata dunia.

Kesimpulan

Ekspansi QRIS ke Hong Kong hingga Arab Saudi merupakan langkah revolusioner yang akan mengubah lanskap transaksi internasional bagi masyarakat Indonesia. Selain memberikan kemudahan, efisiensi biaya, dan keamanan bagi wisatawan serta jamaah ibadah, langkah ini juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi digital nasional dan stabilitas mata uang Rupiah. Dengan integrasi yang semakin luas, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pemain aktif dalam ekosistem pembayaran digital global.

Menampilkan Seluruh Artikel