DWJ Manajement - PORTAL

Bank di Bali Tutup Gara-gara Kurang Modal

Oleh: DWJ-Manajement 19 Sep 2026
Bank di Bali Tutup Gara-gara Kurang Modal

Memastikan bahwa aset-aset yang dimiliki oleh bank, terutama dalam bentuk kredit, benar-benar memiliki kualitas yang baik dan mampu menghasilkan pendapatan bunga secara berkelanjutan.

3. Kepatuhan terhadap Regulasi

Memastikan bahwa seluruh operasional bank berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, termasuk kepatuhan terhadap aturan anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme.

Dampak Penutupan BPR terhadap Ekonomi Lokal

Penutupan BPR di wilayah seperti Bali tentu memberikan dampak psikologis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini mengandalkan BPR sebagai mitra pembiayaan. BPR memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput yang mungkin sulit mengakses bank umum (big banks).

Meskipun demikian, para ahli ekonomi menyarankan agar masyarakat tetap selektif dalam memilih lembaga keuangan. Penting untuk selalu mengecek status kesehatan bank melalui kanal resmi OJK sebelum memutuskan untuk menempatkan dana atau mengambil pinjaman.

Beberapa tips untuk memilih bank yang sehat:

Perhatikan Rasio Permodalan: Pastikan bank memiliki modal yang cukup untuk menahan risiko.

Cek NPL (Non-Performing Loan): Semakin rendah angka kredit macet, semakin sehat bank tersebut.

Pantau Berita Keuangan: Selalu ikuti perkembangan informasi mengenai status pengawasan bank oleh OJK.

Gunakan Layanan Digital yang Aman: Bank yang sehat biasanya juga berinvestasi pada teknologi informasi yang mumpuni untuk mendukung layanan nasabah.

Kesimpulan

Pencabutan izin usaha PT BPR Pasarraya Kuta oleh OJK akibat masalah kekurangan modal merupakan langkah preventif untuk menjaga integritas sistem keuangan. Meski kabar ini menimbulkan kekhawatiran, nasabah tetap terlindungi oleh mekanisme penjaminan LPS selama memenuhi syarat 3T. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku industri perbankan untuk senantiasa memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kualitas manajemen risiko guna menghadapi dinamika ekonomi yang tidak menentu.