DWJ Manajement - PORTAL

Bank Getol Cari Dana Pihak Ketiga dari Deposito

Oleh: DWJ-Manajement 07 Sep 2026
Bank Getol Cari Dana Pihak Ketiga dari Deposito

Secara makro, agresivitas perbankan dalam menghimpun dana sangat penting untuk menjaga rasio likuiditas agar tetap sehat. Likuiditas yang kuat merupakan pondasi utama bagi perbankan untuk tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi keuangan. Jika likuiditas terjaga, maka risiko sistemik dalam industri perbankan dapat diminimalisir.

Namun, tantangan besar bagi manajemen bank ke depan adalah bagaimana melakukan optimalisasi portofolio. Bank tidak bisa hanya mengandalkan volume dana yang besar, tetapi juga harus mampu mengelola cost of fund secara efisien tanpa harus mengorbankan pertumbuhan dana itu sendiri.

Proyeksi dan Langkah Perbankan ke Depan

Melihat tren yang ada, perbankan diprediksi akan terus melakukan diversifikasi strategi dalam penghimpunan dana. Tidak hanya mengandalkan deposito konvensional, beberapa bank kemungkinan akan mulai melirik instrumen berbasis digital yang lebih efisien secara biaya operasional.

Selain itu, efisiensi operasional melalui digitalisasi akan menjadi kunci utama bagi perbankan untuk menekan penurunan NIM. Dengan menekan biaya operasional (overhead cost), bank diharapkan dapat memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam mengelola selisih antara pendapatan bunga dan beban bunga.

Langkah-langkah yang kemungkinan akan diambil perbankan meliputi:

Transformasi Digital: Meningkatkan layanan perbankan digital untuk menurunkan biaya transaksi dan operasional.

Fokus pada CASA (Current Account Saving Account): Berupaya meningkatkan porsi dana murah (tabungan dan giro) guna menyeimbangkan ketergantungan pada deposito yang mahal.

Selektivitas Penyaluran Kredit: Lebih selektif dalam memilih sektor kredit yang mampu memberikan imbal hasil tinggi guna mengimbangi kenaikan biaya dana.

Kesimpulan

Pertumbuhan DPK sebesar 11,21 persen hingga Juli 2026 menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap kokoh, dengan deposito menjadi instrumen pilihan utama. Namun, agresivitas perbankan dalam mengejar dana melalui deposito berimbas pada kenaikan biaya dana yang menekan Net Interest Margin (NIM) hingga ke level 4,32 persen. Tantangan bagi industri perbankan ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan likuiditas yang agresif dengan upaya menjaga efisiensi biaya dana demi mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan.