DWJ Manajement - PORTAL

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 17,77 T hingga Mei 2026

Oleh: DWJ-Manajement 07 Jul 2026
Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 17,77 T hingga Mei 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp 17,77 Triliun hingga Mei 2026

Dukung keberlangsungan ratusan ribu pelaku UMKM melalui penyaluran kredit produktif yang sehat dan berkualitas tinggi.

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam laporan kinerja terbarunya, bank pelat merah ini mencatatkan angka signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang mencapai Rp 17,77 triliun hingga periode Mei 2026.

Langkah strategis ini tidak hanya sekadar penyaluran modal kerja, namun juga menjadi bukti nyata komitmen Bank Mandiri dalam memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku usaha di seluruh penjuru tanah air. Hingga pertengahan tahun 2026, jumlah penerima manfaat dari program KUR ini telah menyentuh angka 135.829 pelaku usaha, yang mencakup berbagai sektor industri produktif.

Peran Strategis KUR dalam Memperkuat Struktur Ekonomi UMKM

Sektor UMKM telah lama dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Ketahanan sektor ini terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional, bahkan di tengah berbagai tantangan global yang fluktuatif. Dengan menyalurkan dana sebesar Rp 17,77 triliun, Bank Mandiri secara langsung berkontribusi dalam menjaga napas bisnis para pengusaha kecil agar dapat naik kelas.

Penyaluran KUR yang masif ini diarahkan untuk sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi dan dampak multiplier effect yang luas bagi masyarakat lokal. Melalui suntikan modal ini, para pelaku usaha diharapkan dapat melakukan ekspansi bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, hingga melakukan modernisasi alat kerja guna menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Beberapa poin penting dalam fokus penyaluran KUR Bank Mandiri meliputi:

Pemberdayaan Sektor Riil: Menargetkan pedagang pasar, petani, peternak, hingga pelaku industri kreatif.

Pemerataan Akses: Menjangkau pelaku usaha di wilayah pelosok agar mendapatkan kesempatan finansial yang setara.

Stimulus Ekonomi Lokal: Mendorong perputaran uang di tingkat akar rumput guna meningkatkan daya beli masyarakat.