Digitalisasi UMKM: Mendorong pelaku usaha untuk mulai mengadopsi sistem pembayaran digital dalam transaksi bisnis mereka.
Menjaga Kualitas Portofolio Melalui Manajemen Risiko yang Pruden
Meskipun melakukan ekspansi penyaluran kredit secara agresif, Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian atau prudential banking. Hal ini menjadi sangat krusial agar pertumbuhan jumlah debitur tetap dibarengi dengan kualitas aset yang sehat. Manajemen Bank Mandiri menekankan bahwa fokus utama bukan hanya pada kuantitas penyaluran, melainkan juga pada mitigasi risiko kredit.
Hingga Mei 2026, portofolio KUR Bank Mandiri dilaporkan terjaga dalam kondisi yang sangat sehat. Hal ini dicapai melalui proses seleksi debitur yang ketat serta pendampingan yang berkelanjutan kepada para pelaku UMKM. Bank Mandiri menyadari bahwa memberikan modal saja tidak cukup; para pelaku usaha juga memerlukan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang baik agar mampu memenuhi kewajiban pembayaran mereka tepat waktu.
Upaya menjaga kualitas portofolio ini dilakukan melalui beberapa mekanisme:
Monitoring Ketat: Pengawasan berkala terhadap penggunaan dana agar sesuai dengan tujuan awal permodalan.
Analisis Data yang Akurat: Penggunaan teknologi untuk menilai profil risiko calon debitur secara lebih komprehensif.
Pendampingan Usaha: Memberikan bimbingan teknis bagi debitur agar bisnis mereka dapat berkembang dan berkelanjutan.
Sistem Peringatan Dini: Mengidentifikasi potensi penurunan kemampuan bayar debitur sejak dini guna melakukan tindakan preventif.