DWJ Manajement - PORTAL

Banyak BUMN Rugi Jadi Untung, Prabowo Targetkan Dividen Danantara Rp 200 T

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
Banyak BUMN Rugi Jadi Untung, Prabowo Targetkan Dividen Danantara Rp 200 T

```html

BUMN Berubah dari Rugi Jadi Untung, Prabowo Targetkan Dividen Danantara Tembus Rp 200 Triliun

Transformasi cepat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi tumpuan baru penerimaan negara melalui pengelolaan Danantara.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan kekagumannya terhadap performa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menunjukkan pemulihan signifikan dalam waktu singkat. Dalam keterangannya, Prabowo menyoroti fenomena turnaround atau pembalikan kondisi keuangan perusahaan pelat merah yang sebelumnya terpuruk dalam kerugian, kini justru mampu mencatatkan laba yang impresif.

Transformasi ini menjadi angin segar bagi arah kebijakan ekonomi pemerintah di bawah kepemimpinannya. Keberhasilan BUMN dalam memperbaiki struktur keuangan ini tidak hanya menjadi bukti efisiensi manajemen, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi ambisi besar pemerintah dalam mengoptimalkan aset negara melalui badan pengelola investasi baru, Danantara.

Fenomena Turnaround: Keajaiban Perubahan Kondisi BUMN

Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian publik, Prabowo Subianto mengungkapkan rasa terkejutnya melihat kecepatan transisi performa perusahaan-perusahaan negara. Menurutnya, perubahan dari kondisi rugi menjadi untung terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Dan yang saya kaget adalah turn around-nya cepat sekali. Hampir semua BUMN kan rugi, tiba-tiba untung," ujar Prabowo Subianto dalam keterangannya terkait perkembangan ekonomi dan pengelolaan aset negara.

Komentar ini merujuk pada tren di mana berbagai sektor BUMN, yang sebelumnya dianggap sebagai beban fiskal bagi APBN karena terus-menerus memerlukan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN), kini mulai mampu memberikan kontribusi positif. Sektor-sektor seperti perbankan, energi, hingga telekomunikasi menunjukkan tren pertumbuhan yang solid, yang secara langsung memperkuat struktur keuangan nasional.

Pemulihan ini dipandang sebagai hasil dari berbagai langkah restrukturisasi, digitalisasi, serta penataan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) yang dilakukan secara masif dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kondisi keuangan yang sehat, BUMN kini memiliki kapasitas yang lebih besar untuk melakukan ekspansi bisnis dan menjalankan fungsi sosialnya tanpa harus terus bergantung pada subsidi pemerintah.

Target Ambisius Danantara: Menuju Dividen Rp 200 Triliun

Keberhasilan BUMN dalam mencetak laba menjadi modalitas penting bagi pemerintah untuk meluncurkan strategi besar melalui Danantara. Danantara, yang diproyeksikan sebagai badan pengelola investasi super holding, diharapkan mampu mengonsolidasikan kekuatan aset-aset negara agar lebih kompetitif di kancah global.

Prabowo Subianto menargetkan Danantara mampu menyetorkan dividen ke kas negara sebesar Rp 200 triliun. Angka ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah target strategis yang akan mengubah peta kekuatan fiskal Indonesia. Jika target ini tercapai, maka ketergantungan pemerintah terhadap utang luar negeri untuk membiayai pembangunan dapat ditekan secara signifikan.

Apa Peran Strategis Danantara?