Selain untuk transparansi, kebijakan ini juga berfungsi sebagai instrumen mitigasi risiko di pasar modal. Identifikasi terhadap afiliasi pengendali sangat penting untuk mencegah praktik kepemilikan saham yang terselubung.
Investor diharapkan dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri dan berbasis data yang valid. Pemahaman yang jelas mengenai siapa yang mengendalikan emiten akan membantu investor dalam melakukan analisis manajemen risiko yang lebih tajam.
Dengan transparansi yang lebih baik, integritas pasar modal Indonesia diharapkan dapat semakin meningkat di mata dunia.
Kesimpulan
Rencana BEI untuk membuka informasi afiliasi pemegang saham di atas 1 persen merupakan langkah maju dalam menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih sehat. Dengan penguatan regulasi ini, keterbukaan informasi akan menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan investor serta memperkuat stabilitas pasar modal nasional.