DWJ Manajement - PORTAL

BEI Hapus Harga MInimum Saham, Lo Kheng Hong Bilang Begini

Oleh: DWJ-Manajement 24 Sep 2026
BEI Hapus Harga MInimum Saham, Lo Kheng Hong Bilang Begini

Bagi investor ritel, kebijakan ini ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, terdapat peluang besar untuk memiliki saham-saham potensial yang sedang tertekan dengan harga yang sangat terjangkau. Di sisi lain, risiko kehilangan modal secara total (total loss) menjadi lebih nyata jika investor tidak memiliki manajemen risiko yang baik.

Potensi Risiko yang Harus Diantisipasi

Dengan adanya harga Rp1, ada beberapa risiko teknis dan psikologis yang harus disadari oleh para pelaku pasar ritel:

Risiko Delisting: Saham yang terus merosot hingga menyentuh angka Rp1 memiliki risiko tinggi untuk dikeluarkan dari bursa (delisting) jika tidak mampu memenuhi kriteria keberlangsungan usaha.

Volatilitas Ekstrem: Pergerakan dari Rp1 ke Rp2 saja sudah merupakan kenaikan 100%, begitu pula sebaliknya. Hal ini dapat memicu kepanikan atau euforia yang tidak rasional.

Likuiditas Rendah pada Saham Tertentu: Meskipun tujuannya meningkatkan likuiditas, ada kemungkinan saham yang sudah menyentuh harga sangat rendah justru menjadi tidak menarik bagi pembeli, sehingga sulit untuk dijual kembali.

Kesimpulan

Keputusan Bursa Efek Indonesia untuk menurunkan harga minimum saham menjadi Rp1 mulai 28 September 2026 adalah sebuah langkah progresif menuju pasar modal yang lebih dewasa dan efisien. Kebijakan ini akan memberikan fleksibilitas harga yang lebih baik dan mendukung mekanisme penemuan harga yang lebih jujur.

Namun, seperti yang diingatkan oleh Lo Kheng Hong, perubahan aturan ini menuntut kedewasaan mental dan ketajaman analisis dari para investor. Harga murah tidak selalu berarti peluang investasi yang baik, dan harga rendah bukan berarti risiko yang bisa disepelekan. Kunci kesuksesan di era baru ini tetap sama: pahami apa yang Anda beli, analisis fundamentalnya, dan kelola risiko dengan bijak. Pasar modal tetaplah tempat bagi mereka yang sabar dan berbasis data, bukan sekadar mereka yang mengejar angka terkecil di papan perdagangan.