DWJ Manajement - PORTAL

BEI Tetapkan 3 Emiten Hijau, Ini Daftarnya

Oleh: DWJ-Manajement 28 Aug 2026
BEI Tetapkan 3 Emiten Hijau, Ini Daftarnya

Menarik Modal Asing: Arus modal global saat ini sangat mengarah pada instrumen keuangan hijau. Kejelasan mengenai emiten hijau akan menarik minat investor institusi global.

Mitigasi Risiko Jangka Panjang: Perusahaan yang sadar lingkungan cenderung lebih tangguh dalam menghadapi perubahan regulasi terkait emisi karbon dan perubahan iklim.

Mendorong Transisi Energi dan Ekonomi Hijau di Indonesia

Langkah BEI ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Transisi menuju ekonomi hijau memerlukan dukungan pendanaan yang masif, dan pasar modal adalah salah satu instrumen paling vital dalam menyediakan likuiditas tersebut.

Dengan menetapkan emiten hijau, bursa secara tidak langsung memberikan sinyal kepada pelaku industri lainnya bahwa "bisnis hijau adalah bisnis yang menguntungkan". Hal ini diharapkan akan memicu kompetisi positif antar emiten untuk segera melakukan transformasi bisnis menuju praktik yang lebih ramah lingkungan demi mendapatkan pengakuan serupa di masa depan.

Dampak Terhadap Likuiditas dan Valuasi Pasar

Secara teoritis, emiten yang masuk dalam kategori green equity berpotensi mendapatkan valuasi yang lebih tinggi dibandingkan kompetitornya yang tidak menerapkan prinsip ESG. Hal ini disebabkan oleh profil risiko yang lebih rendah dan prospek pertumbuhan yang lebih stabil di tengah tren regulasi global yang semakin ketat terhadap emisi karbon.

Peningkatan permintaan dari investor berbasis ESG juga dapat meningkatkan likuiditas saham-saham tersebut. Ketika sebuah saham menjadi bagian dari indeks atau daftar khusus seperti IDX Green Equity Designation, volume perdagangan cenderung meningkat karena adanya minat yang terfokus dari berbagai kelas investor.

Kriteria di Balik Pemilihan Emiten Hijau

Meskipun detail spesifik mengenai metodologi internal bursa bersifat dinamis, secara umum, penentuan emiten dalam kategori ini melibatkan evaluasi mendalam terhadap beberapa parameter utama. BEI tidak hanya melihat apa yang tertulis dalam laporan tahunan, tetapi juga melakukan verifikasi atas dampak nyata dari operasional perusahaan.

Beberapa aspek yang menjadi fokus utama meliputi: