Pesawat Jet Komersial: Sekitar 0,25 km/detik.
Roket Tercepat Manusia: Hanya mencapai puluhan km/detik.
S301: 25.000 km/detik.
Dengan kecepatan tersebut, S301 mampu mengelilingi bumi dalam hitungan detik jika ia berada di orbit rendah. Hal ini menunjukkan bahwa energi kinetik yang dimiliki bintang ini sangat masif, yang sekaligus membuktikan betapa dahsyatnya energi gravitasi yang bekerja di pusat Bima Sakti.
Tantangan Astronom dalam Memetakan Jantung Galaksi
Menemukan S301 bukanlah perkara mudah. Mengamati pusat galaksi Bima Sakti ibarat mencoba melihat lampu senter di balik kabut tebal yang sangat luas. Galaksi kita dipenuhi dengan awan gas dan debu antarbintang yang sangat padat, yang secara efektif memblokir cahaya tampak dari bintang-bintang yang berada di pusat.
Untuk menembus penghalang ini, para astronom harus mengandalkan teknologi canggang, terutama teleskop inframerah. Cahaya inframerah memiliki panjang gelombang yang lebih besar sehingga mampu melewati partikel debu tanpa terbiaskan secara signifikan. Melalui observasi inframerah yang presisi, para ahli dapat melacak pergerakan titik-titik cahaya kecil yang sebenarnya adalah bintang-bintang yang sedang bergerak dalam orbit ekstrem.
Metodologi Penemuan S301
Para peneliti menggunakan beberapa teknik canggih untuk memastikan bahwa kecepatan yang terukur adalah akurat:
Efek Doppler: Mengamati pergeseran spektrum cahaya bintang saat ia bergerak mendekati atau menjauhi pengamat di Bumi.
Astrometri Presisi: Mengukur perubahan posisi bintang di langit secara sangat mendetail dari waktu ke waktu untuk menghitung lintasan orbitnya.