DWJ Manajement - PORTAL

Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini

Oleh: DWJ-Manajement • 29 Sep 2026
Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini

```html

Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Beri Catatan Kritis Soal Efektivitas Program

Program mandatori biodiesel terus menjadi sorotan pemerintah dalam upaya mengurangi ketergantungan pada impor energi, namun akademisi mengingatkan adanya kompleksitas di balik angka penghematan tersebut.

Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam transisi energi melalui penguatan program mandatori biodiesel. Langkah ini diklaim sebagai salah satu strategi paling efektif untuk menekan angka impor minyak mentah (crude oil) yang selama ini menjadi beban berat bagi neraca perdagangan nasional. Dengan memanfaatkan melimpahnya sumber daya kelapa sawit domestik, pemerintah optimistis dapat menghemat devisa negara hingga ratusan triliun rupiah.

Namun, di balik optimisme angka-angka ekonomi tersebut, muncul berbagai catatan kritis dari kalangan akademisi dan pengamat energi. Meski secara teoritis mampu menekan pengeluaran devisa, implementasi kebijakan ini dinilai memiliki dimensi kompleks yang melibatkan stabilitas harga pangan, ekosistem industri sawit, hingga komitmen terhadap perubahan iklim global.

Ambisi Penghematan Devisa Melalui Biodiesel

Kebijakan mandatori biodiesel, yang kini bergerak menuju level campuran lebih tinggi (seperti B35 hingga rencana B40), dirancang untuk menggantikan sebagian porsi solar fosil dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang berasal dari minyak sawit. Secara fundamental, setiap kenaikan persentase campuran biodiesel akan langsung mengurangi volume impor solar dari luar negeri.

Data menunjukkan bahwa pengurangan ketergantungan pada impor BBM dapat memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah. Dana yang seharusnya mengalir ke luar negeri untuk membayar impor minyak dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, subsidi energi yang lebih tepat sasaran, maupun pengembangan energi terbarukan lainnya. Klaim penghematan ratusan triliun rupiah ini didasarkan pada proyeksi volume substitusi energi yang semakin besar setiap tahunnya.

Pemerintah memandang biodiesel bukan hanya sebagai alat penghemat devisa, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, Indonesia diharapkan tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi harga minyak mentah dunia yang seringkali tidak menentu akibat tensi geopolitik global.

Sorotan Akademisi: Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas