DWJ Manajement - PORTAL

Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini

Oleh: DWJ-Manajement • 29 Sep 2026
Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini

Lebih lanjut, Yumna menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada bagaimana pemerintah menyeimbangkan kepentingan antara industri energi, industri pangan, dan kelestarian lingkungan. Penghematan devisa ratusan triliun rupiah tidak akan memberikan dampak kesejahteraan yang nyata jika di sisi lain daya beli masyarakat tergerus akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

Selain itu, terdapat tantangan teknis dalam implementasi campuran biodiesel yang lebih tinggi. Industri otomotif dan mesin diesel perlu memastikan bahwa spesifikasi mesin di lapangan mampu menerima campuran biodiesel dengan konsentrasi tinggi tanpa mengalami kerusakan jangka panjang. Infrastruktur distribusi juga harus siap mendukung penyaluran bahan bakar campuran ini secara merata ke seluruh pelosok negeri.

Dari perspektif transisi energi bersih, Yumna juga mengingatkan agar ketergantungan pada biodiesel tidak membuat Indonesia "terjebak" pada satu jenis komoditas saja. Indonesia perlu mulai melirik diversifikasi energi lain seperti bioetanol dari sumber non-pangan, energi surya, angin, hingga panas bumi agar portofolio energi nasional menjadi lebih tangguh dan tidak hanya bergantung pada sektor sawit.

Strategi Menjaga Keseimbangan Ekonomi

Untuk memastikan klaim penghematan devisa tersebut benar-benar membawa manfaat ekonomi makro yang sehat, diperlukan kebijakan pendukung yang kuat. Pemerintah perlu melakukan intervensi pasar yang cerdas untuk menjaga agar harga CPO tetap kompetitif namun tidak membebani kebutuhan domestik. Pengaturan stok dan mekanisme Domestic Market Obligation (DMO) harus terus dievaluasi secara berkala.

Transparansi data dalam rantai pasok sawit juga menjadi kunci. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat memprediksi kapan harus mendorong penggunaan biodiesel lebih tinggi dan kapan harus memberikan ruang lebih bagi kebutuhan minyak goreng masyarakat. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya anomali pasar yang dapat merugikan rakyat kecil.

Kesimpulan

Klaim penghematan devisa hingga ratusan triliun rupiah dari program mandatori biodiesel merupakan potensi ekonomi yang sangat besar bagi Indonesia. Langkah ini secara strategis mampu mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil dan memperkuat posisi tawar ekonomi nasional.

Namun, sebagaimana diingatkan oleh Aimatul Yumna, keberhasilan program ini tidak boleh hanya diukur dari angka pengurangan impor semata. Pemerintah harus mampu mengelola kompleksitas antara kebutuhan energi, ketahanan pangan, stabilitas harga domestik, dan komitmen terhadap lingkungan hidup. Keberlanjutan jangka panjang hanya dapat dicapai jika kebijakan biodiesel mampu berjalan selaras dengan diversifikasi energi lainnya dan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat secara luas.

```