Salah satu aspek teknis utama dalam operasi ini adalah penggunaan bahan penyemai awan. Tim di lapangan akan menebar sekitar 4 ton garam ke atmosfer untuk memanipulasi cuaca.
Garam tersebut digunakan sebagai agen untuk memicu pembentukan awan hujan di lokasi yang telah ditentukan. Tujuannya adalah agar hujan turun di area laut atau wilayah yang tidak padat penduduk.
Dengan metode ini, beban drainase di Jakarta diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Hal ini bertujuan untuk mencegah genangan air dan banjir yang sering melanda pemukiman warga saat intensitas hujan tinggi.
Detail Operasi Modifikasi Cuaca
Durasi Operasi: Hingga 25 Oktober 2026