BMKG Gelar Modifikasi Cuaca di Jakarta hingga 25 Oktober, Tebar 4 Ton Garam
Langkah antisipasi cuaca ekstrem dan pengendalian curah hujan tinggi di wilayah ibu kota.
Upaya Kendalikan Curah Hujan di Ibu Kota
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jakarta. Program ini dilakukan untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir.
Dalam operasinya, BMKG bekerja sama erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Langkah strategis ini dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 25 Oktober 2026.
Tebar 4 Ton Garam ke Atmosfer
Salah satu aspek teknis utama dalam operasi ini adalah penggunaan bahan penyemai awan. Tim di lapangan akan menebar sekitar 4 ton garam ke atmosfer untuk memanipulasi cuaca.
Garam tersebut digunakan sebagai agen untuk memicu pembentukan awan hujan di lokasi yang telah ditentukan. Tujuannya adalah agar hujan turun di area laut atau wilayah yang tidak padat penduduk.
Dengan metode ini, beban drainase di Jakarta diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Hal ini bertujuan untuk mencegah genangan air dan banjir yang sering melanda pemukiman warga saat intensitas hujan tinggi.
Detail Operasi Modifikasi Cuaca
Durasi Operasi: Hingga 25 Oktober 2026
Instansi Pelaksana: BMKG dan BPBD DKI Jakarta
Bahan Utama: 4 Ton Garam
Tujuan Utama: Pengendalian curah hujan dan mitigasi banjir
Kesimpulan
Operasi modifikasi cuaca ini merupakan langkah mitigasi bencana yang proaktif di Jakarta. Melalui kolaborasi antara BMKG dan BPBD, pemerintah berupaya mengendalikan intensitas hujan demi menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan warga ibu kota.