DWJ Manajement - PORTAL

BMKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga 2027, Simak Dampaknya

Oleh: DWJ-Manajement 30 Jul 2026
BMKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga 2027, Simak Dampaknya

Kenaikan harga pangan, terutama komoditas pokok, akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi rendah. Jika tidak dimitigasi dengan kebijakan impor yang tepat dan manajemen stok yang baik, Indonesia berisiko mengalami krisis pangan yang dapat memicu ketidakstabilan sosial dan ekonomi.

Krisis Air Bersih: Ancaman di Balik Musim Kemarau Panjang

Selain pangan, ancaman yang tidak kalah mengerikan adalah krisis air bersih. El Nino yang berkepanjangan akan mengakibatkan penurunan debit air di sungai-sungai, danau, dan waduk yang menjadi sumber utama air bagi kebutuhan domestik maupun industri.

Beberapa dampak nyata dari krisis air ini meliputi:

Menurunnya permukaan air tanah: Sumur-sumur warga di berbagai wilayah akan mengering, memaksa masyarakat mengeluarkan biaya lebih untuk membeli air bersih.

Penurunan kualitas air: Saat debit air sungai mengecil, konsentrasi polutan dan limbah di dalam air menjadi lebih tinggi, sehingga air menjadi tidak layak konsumsi.

Konflik pemanfaatan air: Persaingan antara kebutuhan pertanian (irigasi) dan kebutuhan domestik (air minum) akan semakin tajam.

Krisis air ini akan sangat dirasakan di wilayah-wilayah yang secara geografis sudah memiliki keterbatasan sumber daya air, seperti di beberapa bagian Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan sebagian wilayah Sulawesi.

Dampak Terhadap Kesehatan Masyarakat

Perubahan iklim ekstrem akibat El Nino juga membawa risiko kesehatan yang nyata. Suhu udara yang lebih panas dan debu yang meningkat akibat kekeringan menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi tubuh manusia.

Beberapa risiko kesehatan yang patut diwaspadai antara lain:

Penyakit Saluran Pernapasan (ISPA): Kekeringan seringkali diikuti dengan meningkatnya polusi debu di udara, yang memicu gangguan pernapasan.

Masalah Dehidrasi dan Heatstroke: Suhu ekstrem meningkatkan risiko dehidrasi berat, terutama pada anak-anak dan lansia.

Penyakit Terkait Sanitasi: Ketika akses air bersih terbatas, standar higiene masyarakat cenderung menurun, yang dapat memicu penyebaran penyakit seperti diare dan penyakit kulit.

Perubahan Pola Penyakit Menular: Perubahan suhu dan kelembapan dapat mengubah siklus hidup vektor penyakit seperti nyamuk.