Dampak yang paling nyata adalah munculnya gelombang laut dengan ketinggian yang signifikan di beberapa titik perairan. Pergerakan angin kencang yang mengelilingi pusat bibit siklon akan mentransfer energi ke permukaan laut, menciptakan gelombang yang lebih besar dan tidak beraturan. Hal ini sangat membahayakan bagi:
Kapal-kapal nelayan kecil yang memiliki stabilitas terbatas.
Aktivitas transportasi laut antar pulau.
Kegiatan wisata bahari dan olahraga air.
2. Potensi Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang
Selain dampak di laut, bibit siklon tropis juga dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem di daratan, terutama di wilayah pesisir. Fenomena ini biasanya ditandai dengan:
Hujan Lebat: Penumpukan awan konvektif yang tebal dapat menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama.
Angin Kencang: Sirkulasi angin yang kuat dapat menyebabkan angin kencang secara tiba-tiba (sudden gusts) yang berisiko merusak bangunan atau pohon tumbang.
Petir: Peningkatan aktivitas listrik di atmosfer yang meningkatkan frekuensi sambaran petir saat hujan terjadi.
3. Risiko Banjir dan Rob di Wilayah Pesisir
Kombinasi antara hujan lebat dan gelombang laut yang tinggi dapat meningkatkan risiko banjir rob di wilayah pesisir. Kenaikan permukaan air laut akibat tekanan atmosfer yang rendah dan hantaman gelombang dapat menggenangi pemukiman warga yang berada di garis pantai.
Imbauan BMKG untuk Nelayan, Pelayaran, dan Masyarakat Pesisir
Menanggapi potensi bahaya yang ditimbulkan oleh bibit siklon tropis 96W, BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan agar masyarakat dapat meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.