Para ahli psikologi keuangan menyebut adanya fenomena "loss aversion" atau ketakutan akan kehilangan. Bagi banyak orang, rasa sakit akibat kehilangan uang jauh lebih besar daripada kegembiraan saat mendapatkan keuntungan dengan jumlah yang sama. Ketika seorang investor merasa bahwa kehilangan tersebut disebabkan oleh "penipuan" atau saran yang salah dari seorang figur publik, rasa bersalah tersebut seringkali dialihkan menjadi kemarahan terhadap figur tersebut.
Hal ini menciptakan lingkaran setan di mana investor merasa dikhianati oleh sosok yang mereka anggap sebagai mentor. Di era digital, di mana hubungan antara pemengaruh dan pengikut terasa sangat personal, rasa dikhianati ini menjadi jauh lebih intens, yang pada akhirnya dapat memicu tindakan agresif yang tidak terduga.
Sisi Gelap Era Finfluencer: Antara Edukasi dan Manipulasi
Munculnya fenomena finfluencer telah mengubah lanskap pasar modal secara drastis. Di satu sisi, mereka membantu mendemokratisasi informasi keuangan yang dulunya hanya bisa diakses oleh kalangan elit. Namun, di sisi lain, mereka membawa risiko sistemik yang sangat besar bagi masyarakat awam.
Banyak finfluencer yang memiliki pengikut jutaan orang namun tidak memiliki lisensi resmi sebagai penasihat investasi atau analis keuangan profesional. Hal ini menciptakan area abu-abu yang berbahaya. Berikut adalah beberapa risiko utama yang sering terjadi dalam ekosistem ini:
Budaya "Pom-Pom" Saham: Praktik di mana seorang pemengaruh mempromosikan saham tertentu agar harganya naik, kemudian menjual saham mereka sendiri saat harga mencapai puncak, meninggalkan pengikut mereka dengan kerugian besar.
Kurangnya Transparansi: Banyak saran yang diberikan tidak disertai dengan profil risiko yang jelas, sehingga investor pemula menganggap setiap rekomendasi adalah peluang pasti untuk untung.
FOMO (Fear of Missing Out): Finfluencer sering menggunakan narasi yang memicu ketakutan akan ketinggalan momentum, yang mendorong investor untuk membeli saham secara impulsif tanpa melakukan analisis fundamental.
Konflik Kepentingan: Adanya kerja sama tersembunyi antara pemengaruh dengan pihak tertentu untuk menggerakkan harga pasar demi keuntungan sepihak.