DWJ Manajement - PORTAL

Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga FenomenaMakan Tabungan

Oleh: DWJ-Manajement 03 Aug 2026
Bos LPS Blak-blakan Soal CIU BPR hingga FenomenaMakan Tabungan

Beberapa faktor yang diduga kuat menjadi pemicu masyarakat mulai menggerus tabungan mereka antara lain:

Inflasi dan Kenaikan Harga Barang: Kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan membuat masyarakat harus mengambil dana simpanan untuk menutupi defisit pengeluaran.

Perubahan Pola Konsumsi Pasca-Pandemi: Adanya kecenderungan masyarakat untuk lebih memprioritaskan pengalaman konsumtif dibandingkan akumulasi aset jangka panjang.

Tekanan Biaya Hidup Urban: Di wilayah perkotaan, biaya pendidikan, kesehatan, dan transportasi yang melonjak memaksa banyak keluarga menggunakan tabungan mereka sebagai jaring pengaman utama.

Keterbatasan Akses Kredit: Ketika akses terhadap pinjaman formal menjadi lebih sulit atau mahal, masyarakat cenderung menggunakan dana simpanan mereka sendiri sebagai solusi instan.

Anomali Pertumbuhan Simpanan: Tabungan Kecil Menurun

Menariknya, Anggito juga memaparkan adanya anomali dalam pertumbuhan simpanan di perbankan. Di satu sisi, terjadi penurunan tren pada simpanan dengan nominal kecil. Hal ini berkaitan erat dengan fenomena "makan tabungan" yang disebutkan sebelumnya, di mana nasabah ritel atau kelas menengah ke bawah cenderung menarik dana mereka secara bertahap.

Namun, di sisi lain, LPS melihat adanya pertumbuhan pada segmen simpanan lainnya. Pertumbuhan ini terjadi pada segmen simpanan dengan nominal yang lebih besar, yang menunjukkan adanya konsentrasi dana pada kelompok masyarakat dengan kapasitas ekonomi yang lebih stabil. Pergeseran ini menciptakan disparitas dalam struktur pendanaan perbankan nasional.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi para regulator. Penurunan simpanan di segmen mikro dan kecil dapat berdampak pada kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Jika likuiditas dari sektor ritel menyusut, maka bank harus mencari sumber pendanaan lain yang mungkin memiliki biaya dana (cost of fund) yang lebih tinggi.

Dampak bagi Stabilitas Perbankan