Pesan kedua yang disampaikan kepada para investor adalah mengenai pentingnya diversifikasi. Friderica menyadari bahwa kondisi geopolitik dunia yang memanas serta kebijakan moneter dari bank sentral global, seperti The Fed, seringkali memicu volatilitas tinggi di pasar keuangan domestik.
Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, mengandalkan satu jenis aset saja sangatlah berisiko. Diversifikasi bukan sekadar strategi untuk mencari keuntungan, melainkan sebuah mekanisme pertahanan untuk melindungi modal investor dari potensi penurunan nilai yang tajam pada satu sektor tertentu.
Strategi Pengelolaan Portofolio yang Bijak
Bagi investor ritel, pesan ini menjadi pengingat agar tidak terjebak dalam fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang hanya mengejar satu saham yang sedang "digoreng" atau populer di media sosial. Diversifikasi yang sehat melibatkan penyebaran aset ke berbagai kelas, seperti:
Saham: Untuk pertumbuhan jangka panjang, namun dengan profil risiko yang lebih tinggi.
Obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN): Sebagai penyeimbang portofolio dengan pendapatan tetap yang relatif lebih stabil.
Reksa Dana: Memberikan kemudahan bagi investor pemula melalui pengelolaan profesional.
Instrumen Pasar Uang: Untuk menjaga likuiditas dan keamanan modal jangka pendek.
Dengan memahami karakteristik setiap instrumen, investor diharapkan dapat membangun portofolio yang tangguh terhadap berbagai skenario ekonomi, baik saat terjadi inflasi tinggi maupun saat terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi.