DWJ Manajement - PORTAL

BPS: Juli Deflasi 0,14%

Oleh: DWJ-Manajement 03 Aug 2026
BPS: Juli Deflasi 0,14%

Stabilitas Harga Pangan: Adanya siklus panen raya pada komoditas tertentu yang membuat pasokan di pasar melimpah, sehingga menekan harga di tingkat konsumen.

Penyesuaian Harga Energi: Kebijakan pemerintah terkait subsidi atau penyesuaian harga energi tertentu yang dapat berdampak pada biaya logistik dan harga barang jadi.

Pola Konsumsi Musiman: Perubahan perilaku belanja masyarakat setelah melewati periode puncak konsumsi tertentu, yang menyebabkan permintaan barang-barang tertentu menurun.

Dampak Deflasi Terhadap Daya Beli Masyarakat

Salah satu perdebatan paling hangat di kalangan ekonom saat ini adalah apakah deflasi ini mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat atau justru tanda bahaya bagi daya beli. Jika deflasi disebabkan oleh melimpahnya barang (supply), maka masyarakat diuntungkan karena mendapatkan harga lebih murah. Namun, jika deflasi terjadi karena masyarakat "tidak punya uang untuk belanja", maka ini adalah sinyal merah bagi pertumbuhan ekonomi.

Kelas menengah di Indonesia saat ini menjadi kelompok yang paling terdampak oleh perubahan dinamika harga ini. Penurunan harga barang-barang pokok memang membantu pengeluaran rumah tangga, tetapi jika hal tersebut dibarengi dengan stagnasi pendapatan atau peningkatan angka pengangguran, maka deflasi dapat memicu siklus ekonomi yang sulit.

Risiko Deflasi yang Berkelanjutan

Para pakar memperingatkan agar deflasi tidak terjadi secara terus-menerus dalam jangka panjang. Deflasi yang berkepanjangan dapat memicu fenomena yang disebut sebagai deflationary spiral. Dalam kondisi ini:

Konsumen cenderung menunda pembelian karena berharap harga akan turun lebih jauh di masa depan.

Penundaan pembelian ini menurunkan pendapatan perusahaan.

Pendapatan perusahaan yang turun memaksa mereka untuk memangkas biaya, termasuk melakukan efisiensi tenaga kerja (PHK).

PHK akan semakin menurunkan daya beli, dan siklus ini berulang kembali.