DWJ Manajement - PORTAL

The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.735/US$

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.735/US$

The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Terpuruk ke Level Rp17.735 per Dolar AS

Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa yang kurang memuaskan di pasar keuangan global. Mata uang Garuda tercatat kembali berakhir di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menyusul langkah agresif Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang kembali menaikkan suku bunga acuan.

Berdasarkan data transaksi terbaru, rupiah terpantau melemah hingga menyentuh level Rp17.735 per dolar AS. Pelemahan ini mencerminkan tekanan yang kian kuat terhadap mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, di tengah kebijakan moneter ketat yang diterapkan oleh otoritas moneter Amerika Serikat.

Tekanan Hawkish The Fed Jadi Pemicu Utama Pelemahan Rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah tidak terjadi tanpa alasan yang fundamental. Keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi katalis utama yang memicu penguatan dolar AS secara global. Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk meredam laju inflasi di Amerika Serikat yang masih menunjukkan persistensi tinggi.

Ketika The Fed menaikkan suku bunga, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat cenderung meningkat. Hal ini menciptakan daya tarik yang sangat besar bagi investor global untuk memindahkan aset mereka dari pasar negara berkembang ke dalam instrumen keuangan berbasis dolar AS yang dianggap lebih aman dan memberikan keuntungan lebih tinggi. Fenomena ini dikenal dengan istilah capital outflow atau aliran modal keluar.

Beberapa faktor yang memperburuk kondisi ini antara lain:

Selisih Suku Bunga (Interest Rate Differential): Kesenjangan antara suku bunga domestik (BI Rate) dengan suku bunga The Fed yang semakin lebar membuat investor cenderung memilih dolar.

Sentimen Risk-Off: Ketidakpastian ekonomi global memicu investor untuk mengambil sikap menghindari risiko dengan mengalihkan dana ke aset safe haven seperti dolar AS.

Data Ekonomi AS yang Tangguh: Data ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi AS yang tetap kuat memberikan ruang bagi The Fed untuk tetap bersikap hawkish (agresif dalam menaikkan bunga).

Dampak Domino Terhadap Ekonomi Domestik