DWJ Manajement - PORTAL

Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Terbang 1,68% di Akhir Sesi 2

Oleh: DWJ-Manajement 13 Jul 2026
Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Terbang 1,68% di Akhir Sesi 2

Mengapa IHSG bisa terbang tinggi padahal asing melakukan net sell? Para pengamat pasar modal menilai bahwa hal ini mengindikasikan adanya dominasi yang sangat kuat dari investor domestik, baik itu investor ritel maupun manajer investasi lokal. Kekuatan beli dari dalam negeri mampu menutupi tekanan jual dari pihak asing, sehingga mampu mendorong indeks naik ke zona hijau yang tebal.

Aksi net sell ini juga bisa diinterpretasikan sebagai langkah profit taking oleh investor asing yang sudah mengantongi keuntungan dari kenaikan indeks di periode sebelumnya. Mereka cenderung melakukan realisasi keuntungan di tengah kondisi pasar yang sedang menguat, sementara investor domestik justru melihat ini sebagai momentum untuk melakukan akumulasi lebih lanjut.

Saham Bakrie dan Sinar Mas Pimpin Reli Pasar

Keberhasilan IHSG mencapai angka 6.023 tidak terlepas dari kontribusi besar dari sejumlah saham unggulan. Dua grup besar yang menjadi sorotan utama dalam perdagangan hari ini adalah grup Bakrie dan grup Sinar Mas. Kedua grup ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan nilai kapitalisasi pasar yang secara langsung mendongkrak posisi IHSG.

Saham-saham di bawah naungan grup Bakrie mengalami lonjakan harga yang cukup agresif. Sentimen positif yang menyertai pergerakan saham Bakrie diduga berkaitan dengan proyek-proyek strategis atau restrukturisasi bisnis yang sedang berjalan, yang memicu kepercayaan pasar akan prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan. Lonjakan ini tidak hanya terjadi pada satu emiten, melainkan merambat ke beberapa saham terkait di dalam grup tersebut.

Di sisi lain, grup Sinar Mas juga menunjukkan performa yang tidak kalah cemerlang. Saham-saham yang bergerak di sektor komoditas, properti, hingga layanan keuangan di bawah bendera Sinar Mas menjadi salah satu pilar utama yang menahan beban indeks agar tetap bergerak naik. Penguatan saham Sinar Mas ini menunjukkan bahwa sektor-sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia masih memiliki daya tarik yang kuat di mata investor.

Faktor-Faktor Pendorong Kenaikan Saham Sektoral

Selain faktor spesifik perusahaan, beberapa faktor makro dan sektoral juga turut membantu kenaikan saham-saham tersebut, antara lain:

Sentimen Komoditas: Pergerakan harga komoditas global yang stabil memberikan dorongan bagi saham-saham berbasis sumber daya alam yang dikelola oleh grup besar.