Indonesia Bidik Kedaulatan Antariksa, BRIN Targetkan Uji Terbang Roket Dua Tingkat pada 2029
Melalui dukungan program PRIS, pemerintah optimis dapat memperkuat kemandirian teknologi keantariksaan nasional secara berkelanjutan demi menjaga kedaulatan ruang angkasa.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyiapkan langkah besar dalam peta jalan teknologi antariksa Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, lembaga riset negara ini secara resmi menyatakan fokusnya pada pengembangan riset roket dua tingkat (two-stage rocket) yang ditargetkan akan menjalani uji terbang perdana pada tahun 2029 mendatang.
Langkah ambisius ini bukan sekadar proyek prestise, melainkan sebuah upaya strategis untuk memutus ketergantungan Indonesia terhadap penyedia teknologi luar negeri dalam sektor peluncuran satelit dan riset keantariksaan. Dengan memiliki kemampuan teknologi roket sendiri, Indonesia diharapkan mampu memiliki kendali penuh atas infrastruktur ruang angkasanya.
Visi Kemandirian Teknologi Melalui Roket Dua Tingkat
Pengembangan roket dua tingkat merupakan lompatan teknologi yang signifikan bagi komunitas riset dalam negeri. Dalam dunia aeronautika, roket bertingkat adalah teknologi yang memungkinkan wahana antariksa mencapai orbit dengan lebih efisien. Prinsip kerjanya melibatkan pelepasan bagian roket yang telah habis bahan bakarnya untuk mengurangi beban massa, sehingga tahap berikutnya dapat melaju lebih cepat dan efisien ke ketinggian yang diinginkan.
BRIN menekankan bahwa fokus pada teknologi dua tingkat ini adalah pilihan yang paling realistis namun progresif untuk saat ini. Dengan menguasai teknologi ini, Indonesia tidak hanya sekadar bisa meluncurkan objek ke atmosfer, tetapi juga memiliki fondasi untuk menempatkan satelit-satelit mikro maupun medium ke orbit yang lebih tinggi di masa depan.
Target uji terbang tahun 2029 menjadi parameter penting bagi para peneliti untuk mengukur sejauh mana kesiapan infrastruktur, sistem propulsi, hingga sistem kendali yang sedang dikembangkan. Proses ini akan melibatkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari material maju, termodinamika, hingga informatika untuk sistem navigasi otomatis.
Peran Strategis Program PRIS dalam Ekosistem Riset
Keberhasilan ambisi besar ini tidak lepas dari dukungan Program Riset Inovasi Strategis (PRIS). Program ini dirancang untuk memberikan kerangka kerja yang solid bagi para peneliti dalam mengintegrasikan riset dasar dengan kebutuhan teknologi strategis nasional.
Dukungan PRIS mencakup beberapa aspek krusial, di antaranya:
Pendanaan Riset Terfokus: Memastikan ketersediaan dana untuk pengembangan komponen kritikal seperti mesin roket dan material tahan panas.
Kolaborasi Multidisiplin: Menghubungkan para ahli dari berbagai pusat riset di bawah naungan BRIN agar tercipta sinergi dalam pengembangan teknologi roket.