DWJ Manajement - PORTAL

BRIN Fokus Kembangkan Roket 2 Tingkat, Target Uji Terbang 2029

Oleh: DWJ-Manajement 24 Aug 2026
BRIN Fokus Kembangkan Roket 2 Tingkat, Target Uji Terbang 2029

Pengembangan Infrastruktur: Mempercepat penyediaan fasilitas pengujian yang memenuhi standar internasional untuk memastikan keamanan dan akurasi data saat uji terbang.

Peningkatan SDM: Melalui program ini, peneliti muda Indonesia didorong untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek berteknologi tinggi guna menciptakan regenerasi ahli antariksa.

Dengan adanya PRIS, pengembangan roket dua tingkat ini memiliki arah yang jelas dan terukur, sehingga risiko kegagalan teknis dapat diminimalisir melalui tahapan riset yang sistematis.

Mengapa Indonesia Membutuhkan Teknologi Roket Mandiri?

Banyak pihak mempertanyakan urgensi pengembangan teknologi roket bagi negara berkembang seperti Indonesia. Namun, jika melihat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kebutuhan akan teknologi antariksa menjadi sebuah keniscayaan.

Satelit yang diluncurkan melalui roket adalah tulang punggung bagi berbagai sektor vital. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kedaulatan teknologi peluncuran sangat mendesak:

1. Konektivitas dan Komunikasi Nasional

Sebagai negara kepulauan, tantangan terbesar Indonesia adalah pemerataan akses internet dan komunikasi. Satelit merupakan solusi paling efektif untuk menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Memiliki teknologi peluncuran sendiri akan menekan biaya pengadaan satelit dan memberikan fleksibilitas dalam manajemen orbit.

2. Keamanan dan Pertahanan Negara

Dalam aspek pertahanan, kemampuan pemantauan wilayah melalui satelit penginderaan jauh sangatlah krusial. Dengan teknologi roket mandiri, Indonesia dapat lebih leluasa menempatkan satelit pengintai atau satelit komunikasi militer guna menjaga kedaulatan wilayah laut, udara, dan darat dari ancaman luar.

3. Manajemen Bencana dan Pemantauan Lingkungan

Indonesia berada di wilayah Ring of Fire yang rawan bencana alam. Satelit yang diluncurkan secara mandiri dapat digunakan untuk pemantauan aktivitas vulkanik, deteksi dini tsunami, hingga pemantauan perubahan iklim dan deforestasi hutan secara real-time.

4. Kemandirian Ekonomi dan Kedaulatan Data