Tingginya Biaya Operasional UMKM: Dengan bunga kredit yang tinggi, margin keuntungan UMKM tergerus untuk membayar kewajiban bunga, sehingga menyisakan sedikit ruang untuk investasi ulang.
Hambatan Ekspansi Bisnis: Ketidakpastian suku bunga membuat pelaku UMKM ragu untuk mengambil pinjaman guna memperbesar skala usaha.
Risiko Kredit Macet (NPL): Beban bunga yang berat meningkatkan risiko gagal bayar, yang pada akhirnya membuat bank semakin selektif dan ketat dalam memberikan kredit kepada sektor ini.
Komisi XI memperingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, target pemerintah untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional akan sulit tercapai. UMKM membutuhkan stimulus nyata berupa suku bunga yang terjangkau agar dapat bergerak dinamis di tengah ketidakpastian ekonomi.
Membongkar Fenomena 'Special Rate' dan Biaya Dana (Cost of Fund)
Mengapa perbankan sulit menurunkan bunga kredit secara umum? Alasan klasik yang sering dilemparkan adalah tingginya Cost of Fund (CoF). Bank harus bersaing ketat dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK), terutama dalam bentuk deposito, yang menuntut suku bunga simpanan yang menarik bagi nasabah.
Namun, DPR melihat ada celah dalam logika ini. Praktik special rate bagi nasabah besar menunjukkan bahwa bank sebenarnya mampu mengelola portofolio kredit dengan bunga rendah. Persoalannya adalah, mengapa efisiensi dari nasabah besar tersebut tidak dialokasikan untuk menurunkan suku bunga ritel bagi UMKM?
Ada dugaan bahwa perbankan cenderung mempertahankan margin keuntungan (net interest margin atau NIM) yang tebal dengan cara menjaga suku bunga kredit UMKM tetap tinggi, meskipun biaya dana mereka mungkin sudah mulai melandai. Hal ini memicu perdebatan mengenai etika perbankan dan peran mereka dalam mendukung inklusi keuangan.
Tuntutan Transparansi dan Peran Regulator
Menanggapi situasi ini, DPR meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk bertindak lebih tegas dalam mengawasi struktur suku bunga perbankan. Transparansi mengenai bagaimana bank menentukan suku bunga bagi berbagai segmen nasabah menjadi hal yang krusial.